Merek adalah sesuatu yang dapat berupa tanda, gambar, lambang, nama,
kata, huruf, angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur yang
mempunyai kekuatan untuk membedakan suatu produk dari produk pesaing melalui
keunikannya dan segala sesuatunya. yang dapat memberikan nilai tambah bagi
pelanggan dengan tujuan menjalin hubungan yang erat antara konsumen dan
perusahaan melalui makna psikologis (Madeline & Sihombing, 2019). Selanjutnya,
Cinta adalah pengalaman emosional yang sangat kuat baik dari segi hubungan
interpersonal maupun hubungan antara konsumen dan merek. Cinta merek dapat
terjadi ketika pelanggan dapat melihat merek sebagai individu yang dapat mereka
cintai seperti mereka mencintai seseorang Kecintaan pada sebuah merek tidak bisa
dipisahkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Brand love atau kecintaan
merek adalah ikatan emosional yang antusias disertai dengan kepuasan pengalaman
konsumsi (Madeline & Sihombing, 2019).
Carroll dan Ahuvia (2006) menemukan bahwa ketika konsumen
mengkonsumsi dan mengalami tingkat kepuasan yang tinggi, yang dapat
mempengaruhi kecintaan konsumen terhadap suatu merek, mereka menjadi lebih
loyal terhadap merek tersebut dan menyampaikan kata-kata positif tentang merek
tersebut kepada orang lain. Sementara itu, Kotler dan Keller (2004) berpendapat
bahwa loyalitas merek diukur dengan eksistensi pembelian merek produk atau
layanan secara berulang-ulang yang disebabkan oleh keadaan tertentu atau potensi
yang berasal dari pemasaran. Kecintaan merek didefinisikan sebagai tingkat
keterikatan emosionalhasrat konsumen yang puas untuk merek tertentu (Carroll &
Ahuvia, 2006). Konsumen yang menyukai suatu merek lebih loyal daripada
konsumen yang menyukai suatu merek cukup puas. Selanjutnya, cinta merek adalah
keadaan di mana konsumen mengembangkan hubungan emosional dengan merek
dan menggambarkannya perasaan mereka terhadap merek dengan menggunakan
istilah cinta (Ortiz & Harrison, 2011)
