Kapasitas karyawan untuk melakukan pekerjaannya dapat
ditingkatkan melalui pelatihan (Alfani & Hamzah, 2019).
Pelatihan menurut Yusuf (2020) adalah pembelajaran
secara temporal dengan metode sistematis serta terorganisasi
untuk mengajarkan pengetahuan dan kemampuan teknis kepada
staf non-manajerial dengan alasan tertentu.
Keadaan sumber daya manusia suatu perusahaan dapat
membuat atau menghancurkan kesuksesan atau kegagalannya di
masa depan. SDM kompeten diperlukan untuk memaksimalkan
pencapaian perusahaan. Dunia industri menuntut SDM dengan
kompetensi yang baik menjadi modal untuk mendukung tujuan
perusahaan. Manajemen sumber daya manusia harus
mempertimbangkan sejumlah faktor yang memastikan bahwa
tujuan perusahaan tercapai, termasuk pelatihan kerja dan kinerja
karyawan.
Dermawan & Aseanty (2015) menyatakan bahwa setiap
upaya dilakukan untuk meningkatkan kinerja personel yang
ditugaskan pada pekerjaan tertentu. Seperti yang tampak, istilah
pelatihan biasanya digunakan secara bergantian dengan istilah
pengembangan, tetapi terdapat perbedaan di antara keduanya.
Pelatihan secara langsung terkait dengan kinerja pekerjaan
seseorang saat ini, sedangkan istilah pengembangan tidak selalu
demikian (pengembangan memiliki cakupan yang lebih luas
daripada pelatihan).
Tidak hanya mengajarkan keterampilan dan pengetahuan
yang dibutuhkan untuk posisi atau fungsi yang menjadi tanggung
jawab peserta, pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan
sumber daya manusia perusahaan secara keseluruhan
(berorientasi pada pekerjaan saat ini). Meningkatkan efektivitas
seseorang dalam peran atau fungsi yang ada adalah tujuan akhir
dari pelatihan
