Definisi Gratitude


Lazarus dan Lazarus (1994) berpendapat bahwa gratitude merupakan emosi
empatik terhadap orang lain. Artinya gratitude merupakan respon emosional ketika
seseorang menerima keuntungan yang seharusnya tidak ia dapatkan, melainkan
karena kebaikan dari orang lain yang memberinya.
Peterson dan Seligman (2004) menjelaskan bahwa rasa syukur merupakan
perasaan gembira dan rasa terima ketika memperoleh sesuatu dari orang lain dan
juga rasa terima kasih kepada diri sendiri atau lingkungan sekitar ketika meresponi
pengalaman bahagia.
Menurut McCullough et al. (2002) gratitude didefinisikan sebagai suatu
perasaan maupun emosi ketika individu merespon seluruh pengalaman dalam
hidupnya secara positif, yang ditunjukkan dengan bersyukur. McCullough et al.,
(2002) menjelaskan juga rasa syukur sebagai affective trait yang didalamnya
terdapat emosi, sikap serta keyakinan yang positif dalam merespon suatu kondisi
yang terjadi. Berdasarkan beberapa definisi yang telah dijelaskan, peneliti
memutuskan untuk menggunakan definisi McCullough et al. (2002) sebagai dasar
teori gratitude. Dilihat dari teori yang dijelaskan oleh dua tokoh lain hanya fokus
pada rasa syukur ketika mendapat sesuatu dari orang lain, sedangkan gratitude yang
dijelaskan McCullough et al. (2002) menjelasakan bagaimana gratitude diperoleh
juga karena individu meresponi setiap pengalaman hidupnya dengan positif.