Sumber Daya Kepemimpinan


Berdasarkan pendapat (Soekarso, et al, 2010) seseorang pemimpin hanya
dapat melakukan fungsi kepemimpinannya apabila memiliki kekuatan berupa
suatu sumber daya tertentu, seperti :

  1. Pengaruh (Influence)
    Kepemimpinan merupakan proses pengaruh sosial dalam hubungan
    interpersonal. Pemimpin mempengaruhi bawahan atau pengikut kearah yang
    diinginkan.
  2. Kekuasaan (Power)
    Pemimpin hanya dapat melakukan fungsi kepemimpinannya apabila
    memiliki suatu sumber daya tertentu, yaitu power. Dalam hal ini power
    berarti daya, atau dalam teori kepemimpinan power adalah sebagai
    kekuasaan.
  3. Legitimasi (Legitimacy)
    Kepemimpinan memerlukan legitimasi agar posisi formal keberadaan
    pemimpin dan kekuasaan mendapat pengakuan resmi dalam organisasi.
  4. Indiosinkratik kredit (Indiosyncracy credit)
    Konsep indiosinkratik merupakan elemen penting dari analisa teori
    pertukaran (exchange theory). Bagaimanapun pemimpin atau anggota dalam
    menjalankan tugas mempunyai peran masing-masing sesuai dengan norma-
    norma kelompok atau organisasi.
  5. Wewenang (Authority)
    Wewenang merupakan dasar hukum untuk mengambil tindakan yang
    diperlukan agar tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik.
  6. Politik (Politic)
    Dalam organisasi terdapat keterbatasan sumber daya , keanekaragaman
    struktur, perbedaan kepentingan dan terjadi perubahan, maka agar mendapat
    lebih berperan atau lebih berkuasa dalam organisasi diperlukan tindakan-
    tindakan tertentu yaitu politik