Model motivasi berkembang dari teori klasik (tradisional) menjadi teori
modern, sesuai dengan perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan. Model-
model motivasi itu ada tiga (Hasibuan, 2002), yaitu :
a. Model tradisional
Model ini mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan agar gairah
kerjanya meningkat, perlu diterapkan sistem insentif (uang/barang) kepada
karyawan yang berprestasi baik. Semakin banyak produksinya semakin besar
pula balas jasanya. Jadi, motivasi bawahan hanya untuk mendapat insentif
(uang/barang) saja.
b. Model hubungan manusia
Model ini mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan supaya gairah
kerjanya meningkat ialah dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan
membuat mereka merasa berguna dan penting. Sebagai akibatnya, karyawan
mendapatkan beberapa kebebasan membuat keputusan dan kreativitas dalam
pekerjaannya. Dengan memperhatikan kebutuhan materiil dan non materiil
karyawan, motivasi kerjanya akan meningkat pula. Jadi motivasi karyawan
adalah untuk mendapatkan materiil dan non materiil.
c. Model sumber daya manusia
Model ini mengatakan bahwa karyawan dimotivasi oleh banyak faktor, bukan
hanya uang/barang atau keinginan akan kepuasan, tetapi juga kebutuhan akan
pencapaian dan pekerjaan yang berarti. Jadi menurut model sumber daya
manusia, untuk memotivasi bawahan dilakukan dengan memberikan
tanggungjawab dan kesempatan yang luas bagi mereka untuk mengambil
keputusan/kebijaksanaan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Motivasi
moral/gairah bekerja seseorang akan meningkat, jika kepada mereka diberikan
kepercayaan dan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya
