Pada garis besarnya motivasi yang diberikan bisa dibagi menjadi dua,
yaitu motivasi positif dan motivasi negatif (Heidjrachman dan Husnan, 2001).
A. Motivasi positif
Motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar
menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan
kemungkinan untuk mendapatkan “hadiah”. Pada motivasi positif, pimpinan
mungkin akan memberikan hadiah, mungkin berwujud tambahan uang,
tambahan penghargaan, dan lain sebagainya.
b. Motivasi negatif
Motivasi negatif adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau
melakukan sesuatu yang kita inginkan, tetapi teknik dasar yang digunakan
adalah lewat kekuatan ketakutan. Jenis motivasi negatif apabila seorang
karyawan tidak melakukan sesuatu yang diinginkan pimpinan, maka pimpinan
tersebut akan memberitahukan bahwa ia mungkin akan kehilangan sesuatu,
mungkin bisa kehilangan pengakuan, uang, atau mungkin jabatan.
Pada umumnya telah diketahui bahwa sampai suatu titik tertentu hasil
meningkat dengan bertambahnya motivasi, melewati titik tambahan motivasi,
mengakibatkan turunnya hasil. Dengan demikian terlalu sedikit motivasi
mengakibatkan tidak ada gairah kerja dan terlalu banyak motivasi mengakibatkan
gangguan.
Oleh karena itu, semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi
di atas. Masalah dari penggunaan kedua jenis motivasi tersebut adalah pertimbangan
(proporsi) penggunaannya, dan juga kapan kita akan menggunakannya. Penggunaan
masing-masing jenis motivasi ini, dengan segala bentuknya, haruslah
mempertimbangkan situasi dan orangnya. Kesediaan atau motivasi seorang pegawai
untuk bekerja biasanya ditunjukkan oleh aktivitas yang terus menerus dan yang
berorientasi tujuan (Faustino, 2004
