Kepuasan kerja karyawan adalah suatu sikap umum seorang individu
terhadap pekerjaannya (Robbin, 2001), Variabel kepuasan kerja karyawan ini
secara operasional diukur dengan mengunakan 4 (empat) indikator yang diadopsi
dari teori dua faktor Herzberg dalam (Mangkunegara, 2005) yaitu :
a. Kompensasi
Kompensasi merupakan hal yang bersifat multi dimensional. Hal ini
berarti bahwa kepuasan karyawan bukan hanya terletak pada jumlah
gaji/ upah semata, namun lebih dari itu kepuasan pada pembayaran
dibentuk dari empat dimensi yaitu:
- Kepuasan terhadap administrasi dan kebijakan penggajian.
- Kepuasan terhadap berbagai jenis tunjangan yang ada .
- Kepuasan terhadap tingkat gaji /upah
- Kepuasan terhadap kenaikan gaji/ upah
b. Kondisi kerja
Maksudnya adalah lingkungan kerja atau tempat kerja dimana
karyawan tersebut melaksanakan tugasnya. Lingkungan kerja disini
juga meliputi parkir, tempat ibadah, kantin, ventilasi ruangan,
penyinaran ruangan, dan sebagainya. Bila semua hal tersebut dapat
terpenuhi dengan baik, maka kepuasan kerja dapat terwujud.
c. Sistem administrasi dan kebijakan perusahaan
Faktor ini sangat mendukung dalam timbulnya kepuasan dalam diri
seseorang karyawan, sebab sistem administrasi dan kebijakan yang
ada dalam perusahaan itu mengatur dan memastikan supaya jembatan
yang menghubungkan perusahaan dan karyawan bisa terbangun
dengan baik, kokoh, dan mendatangkan manfaat besar bagi
perusahaan.
d. Kesempatan untuk berkembang
Apabila karyawan bekerja dengan lebih rajin dan disiplin, maka
karyawan tersebut memperoleh hak untuk mendapat promosi jabatan
yang lebih baik lagi dari jabatan sebelumnya. Hal ini sangat perlu
untuk seorang atasan agar tercipta kepuasan kerja pada karyawan
