Gaya kepemimpinan seperti yang dikutip di depan merupakan norma
yang digunakan sewaktu mencoba memengaruhi perilaku orang lain seperti yang
dilihat oleh orang lain tersebut. oleh, karena pada hakikatnya perilaku dasar
pemimpin tersebut melakukan proses pemecahan masalah dan pembuatan
Gaya Pemimpin
- Orentasi Tugas
- Orentasi Orang
Mempengaruhi
Perilaku - Anggota
- Sumber Daya
Kekuatan
Pemimpin - Pengaruh
- Kekuasaan
- Legitimasi
- Indiosinkratik
- Wewenang
- Politik
Pemimpin Tujuan
keputusan. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain kearah tujuan
organisasi (Bartol dalam Tika, 2006), Variabel kepemimpinan ini secara
operasional diukur dengan menggunakan 4 (empat) indikator yang diadopsi dari
teori kepemimpinan situasional (Hersey-Blanchard dalam Miftah Thoha, 2013)
yaitu : - Instruksi
Yaitu pemimpin memberikan batasan peranan pengikutnya dan
memberitahu tentang apa, bagaimana, bilamana, dan di mana melaksanakan
berbagai tugas, inisiatif pemecahan masalah dan pembuatan keputusan
semata-mata dilakukan oleh pemimpin. Pemecahan masalah dan keputusan
di umumkan dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemimpin. - Konsultasi
Yaitu pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan masih
membuat yang hampir sama dengan keputusan, tetapi hal ini ikuti dengan
meningkatkan komunikasi dua arah dan perilaku mendukung, dengan
berusaha mendengar perasaan pengikut tentang keputusan yang dibuat, serta
ide-ide dan saran mereka. Meskipun dukungan ditingkatkan, pengendalian
(Control) atas pengambilan keputusan tetap pada pimpinan. - Partisipasi
Yaitu pemimpin dan pengikut saling tukar-menukar ide dalam pemecahan
masalah dan pembuatan keputusan. Komunikasi dua arah ditingkatkan, dan
peranan pemimpin secara aktif mendengar. Tanggung jawab pemecahan
masalah dan pembuatan keputusan sebagaian besar berada pada pihak
pengikut. Hal ini sudah sewajarnya karena pengikut memiliki kemampuan
untuk melaksanakan tugas. - Delegasi
Yaitu pemimpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan
sehingga tercapai kesepakatan mengenai definisi masalah yang kemudian
proses pembuatan keputusan didelegasikan secara keseluruhan kepada
bawahan. Sekarang bawahanlah yang memiliki kontrol untuk memutuskan
tentang bagaimana cara pelaksanaan tugas. Pemimpin memberika
kesempatan yang luas bagi bawahan untuk melaksanakan pertunjukan
mereka sendiri karena mereka memilki kemampuan dan keyakinan untuk
memikul tanggung jawab dalam pengarahan perilaku mereka sendir
