Indikator Kepemimpinan


Gaya kepemimpinan seperti yang dikutip di depan merupakan norma
yang digunakan sewaktu mencoba memengaruhi perilaku orang lain seperti yang
dilihat oleh orang lain tersebut. oleh, karena pada hakikatnya perilaku dasar
pemimpin tersebut melakukan proses pemecahan masalah dan pembuatan
Gaya Pemimpin

  1. Orentasi Tugas
  2. Orentasi Orang
    Mempengaruhi
    Perilaku
  3. Anggota
  4. Sumber Daya
    Kekuatan
    Pemimpin
  5. Pengaruh
  6. Kekuasaan
  7. Legitimasi
  8. Indiosinkratik
  9. Wewenang
  10. Politik
    Pemimpin Tujuan
    keputusan. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain kearah tujuan
    organisasi (Bartol dalam Tika, 2006), Variabel kepemimpinan ini secara
    operasional diukur dengan menggunakan 4 (empat) indikator yang diadopsi dari
    teori kepemimpinan situasional (Hersey-Blanchard dalam Miftah Thoha, 2013)
    yaitu :
  11. Instruksi
    Yaitu pemimpin memberikan batasan peranan pengikutnya dan
    memberitahu tentang apa, bagaimana, bilamana, dan di mana melaksanakan
    berbagai tugas, inisiatif pemecahan masalah dan pembuatan keputusan
    semata-mata dilakukan oleh pemimpin. Pemecahan masalah dan keputusan
    di umumkan dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemimpin.
  12. Konsultasi
    Yaitu pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan masih
    membuat yang hampir sama dengan keputusan, tetapi hal ini ikuti dengan
    meningkatkan komunikasi dua arah dan perilaku mendukung, dengan
    berusaha mendengar perasaan pengikut tentang keputusan yang dibuat, serta
    ide-ide dan saran mereka. Meskipun dukungan ditingkatkan, pengendalian
    (Control) atas pengambilan keputusan tetap pada pimpinan.
  13. Partisipasi
    Yaitu pemimpin dan pengikut saling tukar-menukar ide dalam pemecahan
    masalah dan pembuatan keputusan. Komunikasi dua arah ditingkatkan, dan
    peranan pemimpin secara aktif mendengar. Tanggung jawab pemecahan
    masalah dan pembuatan keputusan sebagaian besar berada pada pihak
    pengikut. Hal ini sudah sewajarnya karena pengikut memiliki kemampuan
    untuk melaksanakan tugas.
  14. Delegasi
    Yaitu pemimpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan
    sehingga tercapai kesepakatan mengenai definisi masalah yang kemudian
    proses pembuatan keputusan didelegasikan secara keseluruhan kepada
    bawahan. Sekarang bawahanlah yang memiliki kontrol untuk memutuskan
    tentang bagaimana cara pelaksanaan tugas. Pemimpin memberika
    kesempatan yang luas bagi bawahan untuk melaksanakan pertunjukan
    mereka sendiri karena mereka memilki kemampuan dan keyakinan untuk
    memikul tanggung jawab dalam pengarahan perilaku mereka sendir