Pengaruh Kepuasan Kerja dengan Kinerja Pegawai


Kreitner dan Kinicki (2005) dalam (Maulana & Munandar, 2019)
menyatakan kinerja pegawai adalah suatu efektifitas atau reaksi emosional
terhadap aspek pekerjaan. Hal itu menunjukan bahwa kinerja pegawai
dipengaruhi kepuasan kerja. Kepuasan kerja juga memiliki perasn penting
untuk aktualisasi diri pegawai. Pegawai yang tidak puas dengan pekerjaannya
tidak berkembang secara psikologis. Jika dibandingkan dengan pegawai yang
tidak mencapai kepuasan kerja, pekerja dengan kepuasan kerja tinggi
biasanya memiliki catatan kehadiran, perputaran kerja, dan prestasi kerja
yang baik. Dalam rangka menciptakan lingkungan kerja di mana pegawai
dapat memberikan kinerja terbaiknya, kepuasan kerja sangatlah penting.
(Syahputra & Jufrizen, 2019).
“Pengaruh Diklat, Promosi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja
Pegawai” (Syahputra & Jufrizen, 2019). Penelitian ini mengatakan bahwa
kepuasan secara parsial berpengaruh secara positif tetatpi tidak signifikan
terhadap kinerja pegawai. Berbeda dengan penelitian dari (Purba et al., 2019)
yang mengatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap kinerja pegawai.
Teori pertukaran sosial digunakan untuk memahami bagaimana organisasi
melaksanakan berbagai program pendampingan dan merancang pekerjaan
sehingga pegawai merasa didukung dan dipercaya oleh organisasi. Sebagai
hasilnya, pegawai menjadi lebih berkomitmen terhadap organisasi, yang
berujung pada peningkatan kepuasan kerja dan kinerja mereka (Athar, 2020).