Stres Kerja dengan Kinerja Pegawai


Menurut Velnampy & Aravinthan (2013) dalam (Dharmayasa & Adnyani,
2020) stres kerja adalah pola emosional dari perilaku kognitif dan respons
psikologis terhadap aspek pekerjaan, organisasi kerja, dan lingkungan kerja
yang tidak menguntungkan dan berbahaya. Kinerja juga dapat dipengaruhi
oleh stres di tempat kerja. Kesulitan berpikir dan masalah kesehatan muncul
ketika pekerja mengalami stres yang berlebihan. (Sulastri & Onsardi, 2020).
Penelitian yang dilakukan oleh (Dharmayasa & Adnyani, 2020) “Pengaruh
stres kerja, kepuasan kerja dan kompensasi finansial terhadap kinerja
pegawai” mengatakan bahwa stres kerja mempunyai pengaruh negatif dan
signifikan terhadap kinerja pegawai. Didukung oleh penelitian dari (Sulastri
& Onsardi, 2020) yang mengatakan stres kerja berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap kinerja pegawai.
Teori yang paling penting untuk memahami perilaku individu di tempat
kerja adalah teori pertukaran sosial. Teori pertukaran sosial memberikan
pemahaman yang berharga tentang bagaimana interaksi antar individu di
dalam organisasi dapat memengaruhi cara pegawai menilai tingkat stres kerja
dan dampaknya terhadap kinerja mereka. Dengan menciptakan lingkungan
kerja yang ramah dan berkeadilan, organisasi dapat berperan dalam
mengurangi tingkat stres yang dialami pegawai dan meningkatkan kualitas
kinerja mereka (Sandiartha & Suwandana, 2020)