Yuki (2005;140) Teori pertukaran pimpinan-anggota (LMX) leader member
exchange menngartikan proses pembuatan peran antara seorang pemimpin dengan
seorang bawahan Graen dan Haga (1975) ; Graen dan Chasman (1975). Selain itu
teori tersebut juga menjelaskan gambaran bagaimana para seorang atasan dalam
mengembangkan hubungan pertukaran yang berbeda sepanjang waktu dengan
berbagai bawahan. Teori LMX sebelumnya disebut “teori hubungan dyad vertical”
karena hanya berfokus pada proses timbal balik yang terdiri hanya satu orang
pemimpin yang memilki otoritas langsung kepada orang lain.
Menurut Organ (1998), Bhal (2006) dalam jurnal penelitian Prisetyadi (2013)
leader member exchange sebagai sikap karyawan terhadap perusahaan mempunyai
peranan penting dalam kesuksesan keberhasilan sebuah organisasi. Sikap yang baik
terhadap karyawan akan mampu menciptakan perasaan suka rela pada diri
karyawan untuk bisa berkorban bagi perusahaan. Selain itu, melalui sikap khusus
karyawan yang positif akan mampu meningkatkan kontribusi karyawan pada
perusahaan dimana karyawan bekerja.
Truckenbrodt (2000;234) mengatakan bahwa dalam sebuah organisasi dilihat
dari hubungan dan interaksi antara pemimpin dan karyawan dapat
dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu:
- In – group: Dalam hubungan ini, karyawan dan pemimpin memiliki hubungan
yang baik, hubungan antar keduanya didasarkan oleh perasaan senasib, rasa
percaya, dan afeksi terhadap satu sama lain. - Out – group: Dalam hubungan ini, posisi pemimpin terhadap karyawan lebih ke
arah profesional. Hal ini disebabkan karena begitu minim waktu yang disediakan
untuk mendekatkan diri, sehingga karyawan lebih memiliki sedikit waktu untuk
pemimpin, dan hubungan antar keduanya hanya dalam koridor interaksi otoritas
yang normal
