Organisasi sektor publik menghadapi turbulensi yang sangat
kompleks menyangkut bidang sosial, ekonomi, dan politik sehingga
menuntut manajernya selalu mengembangkan berbagai pendekatan
yang paling efektif dan efisien untuk memperbaiki organisasi secara
terus-menerus (continuous improvement) (Mahsun, 2006:1.28).
Berbagai bentuk adaptasi organisasi sektor publik dalam menghadapi
pesatnya perubahan lingkungan antara lain: struktur yang terlalu
birokratik dan bertingkat mengalami pemangkasan; sistem sentralisasi
mulai banyak diubah menjadi desentralisasi; melakukan perbaikan
kinerja berbasis informasi pengukuran kinerja dan pemicu (driver)
terjadinya tingkat kinerja tertentu; pengambilan keputusan dilakukan
secara cepat sehingga didesain sistem informasi manajemen yang
handal; adanya pemberdayaan yang sistematis terhadap individu-
individu dalam organisasi; dan munculnya kesadaran yang tinggi atas
pentingnya ukuran kinerja non-finansial (Mahsun, 2006:1.28-29).
Lebih lanjut tentang perubahan organisasi, Robbins (2006:217)
dalam Rahardian (2013:18) menyatakan, bahwa perubahan organisasi
adalah tindakan beralihnya sesuatu organisasi dari kondisi yang
berlaku kini menuju ke kondisi masa yang akan datang menurut yang
di inginkan guna meningkatkan efektivitasnya. Robbin dan Conter
(2012:4) mengemukakan bahwa perubahan organisasional yakni setiap
perubahan yang terkait dengan orang, struktur atau teknologi.
Perubahan organisasi akan mengarah pada opsi maju apabila ada
kesinambungan yang harmonis antara sistem dan pelaksananya.
Suasana yang berlangsung pada sisterm tersebut tertata dan
dilaksanakan sesuai dengan prosedur atau membuat inovasi yang
kooperatif satu sama lain.
Katz dan Kahn (1978) mengungkapkan bahwa organisasi dapat
dipandang sebagai sistem yang terbuka. Menurut perspektif ini,
organisasi akan menciptakan dinamika melalui respons atau proses
penyesuaian diri terhadap perubahan atau tantangan baru, yang pada
gilirannya akan menciptakan keseimbangan hubungan antar komponen
dalam organisasi dan komponen lingkungan eksternalnya. Karena
lingkungan eksternal terus berubah, organisasi harus terus diperbarui.
Selanjutnya dalam merespon perubahan atau tantangan baru tersebut,
Bennis (1969) dalam Aslinda, Guntur, & Nur (2018:13) mengemukakan:
‘… pengembangan organisasi adalah suatu jawaban terhadap
perubahan, suatu strategi yang kompleks yang diharapkan untuk
merubah kepercayaan, sikap, nilai, dan susunan organisasi,
sehingga organisasi dapat lebih baik dalam menyesuaikan
dengan teknologi, pasar, dan tantangan yang baru, serta
perputaran yang cepat dari perubahan tersebut
