Organisasi adalah sekelompok orang yang berkumpul dan bekerja
sama dengan cara yang terstruktur untuk mencapai tujuan atau
sejumlah sasaran tertentu yang telah ditetapkan bersama. Unsur utama
organisasi terdiri dari tiga pilar yaitu The Man (Orang-orang), The
Cooperation (Kerjasama), dan The Goals (Tujuan) yang ketiganya
saling terkait satu dengan lainnya Mahsun (2006:1.3-4). Ketiga unsur
utama tersebut menurut Mahsun (2006:1.3-4) dapat dipahami sebagai
berikut:
a. The Man (Orang-orang)
The Man adalah orang-orang yang terlibat dalam organisasi
dengan perannya masing-masing, misalnya komisaris, direksi,
manajer, supervisor, pegawai dan semua sumber daya manusia yang
terlibat dalam pengelolaan organisasi.
b. The Cooperation (Kerjasama)
The Cooperation adalah kerjasama di antara orang-orang dalam
suatu organisasi dengan berbagai peran dan fungsi yang berbeda-beda
untuk mencapai tujuan tertentu. Sebuah tim kerja (team work)
merupakan contoh nyata kerjasama yang baik di antara orang-orang
dalam mencapai tujuan.
c. The Goals (Tujuan)
The Goals adalah sasaran yang hendak dicapai di masa yang
akan datang. Serangkaian tujuan tersebut biasanya akan
dikelompokkan dalam tujuan jangka panjang, jangka menengah, dan
jangka pendek. Tujuan jangka panjang tertuang dalam rencana jangka
panjang (RJP), tujuan jangka menengah tertuang dalam rencana
jangka menengah (RJM), dan tujuan jangka pendek tertuang dalam
rencana kerja dan anggaran (RKA).
Dalam pencapaian tujuannya, sebuah organisasi harus
menyediakan kerangka kerja arahan sebagai panduan kegiatan atau
proyek dan dasar pengambilan keputusan organisasi. Dengan direction
framework tersebut, organisasi bisa menilai apakah kegiatan-kegiatan
organisasi telah dilaksanakan dengan tidak menyimpang dari tujuan
dan sasaran yang telah ditetapkan. Kerangka dimaksud meliputi: visi,
misi, strategi, prinsip, klien/pengguna/pelanggan, stakeholder, tujuan,
sasaran, produk atau jasa, serta roles, responsibilities, and skills
Mahsun (2006:1.4). Kerangka tersebut masing-masing dijelaskan
sebagai berikut:
1) Visi
Visi adalah pernyataan cita-cita yang menggambarkan suatu
keadaan tertentu dan harus diperjuangkan organisasi untuk dicapai di
masa depan. Keadaan yang dideskripsikan dalam visi ini bersifat
umum, namun dapat memberikan pemahaman logis mengenai apa
yang akan dilakukan organisasi dan bagaimana melakukannya untuk
mencapai suatu kondisi yang sempurna dan ideal.
2) Misi
Misi adalah pernyataan yang sangat umum dari organisasi untuk
mendeskripsikan apa yang akan dilakukan organisasi, bagaimana
melakukannya dan untuk siapa dilakukan. Pernyataan umum ini
dimaksudkan untuk mengarahkan organisasi dalam pencapaian nilai
tertentu yang diharapkan dapat dicapai organisasi. Misi merupakan
pernyataan terhadap bidang atau kegiatan terbaik yang mampu
dilakukan organisasi. Misi ini membawa suatu organisasi dapat
memusatkan diri dan fokus terhadap kegiatan-kegiatan organisasi.
3) Strategi
Strategi adalah teknik atau cara-cara yang digunakan organisasi
untuk mencapai visi yang telah dirumuskan. Suatu strategi memuat
serangkaian petunjuk yang menjelaskan bagaimana organisasi akan
mencapai misi dan mengarahkannya pada visi. Dengan
mendeskripsikan sebuah strategi maka dapat membantu organisasi
meluruskan dan memfokuskan arah pencapaian visi dengan panduan
dan petunjuk yang jelas dan dipahami bersama.
4) Prinsip
Prinsip adalah kaidah-kaidah dan nilai-nilai tentang perilaku,
moral, dan etika yang ditetapkan organisasi sehingga diharapkan dapat
membentuk budaya organisasi yang mendukung pencapaian visi.
Prinsip-prinsip ini mengatur bagaimana orang-orang di dalam
organisasi harus berperilaku, bertindak, dan berinteraksi satu sama lain
baik dengan satu kelompok maupun dengan kelompok lain di luar.
5) Klien/Pelanggan/Pengguna
Klien/pelanggan/pengguna adalah individu atau kelompok
individu yang meminta dan menggunakan produk dan jasa yang
disediakan organisasi.
6) Pihak-pihak yang Berkepentingan
Pihak-pihak yang Berkepentingan adalah individu atau kelompok
individu tertentu yang mempunyai kepentingan terhadap organisasi.
Stakeholder ini terdiri dari stakeholder internal dan eksternal.
Stakeholder internal antara lain manajemen dan pegawai organisasi,
sedangkan stakeholder eksternal antara lain pemasok, rekanan,
masyarakat, investor, kreditor, konsultan, dan sebagainya.
7) Tujuan
Tujuan adalah suatu kondisi tertentu yang direncanakan
organisasi dapat dicapai dalam kurun waktu satu sampai tiga tahun.
Pencapaian tujuan ini membantu organisasi mencapai misi dan
menggerakkannya pada visi yang telah ditetapkan. Tujuan organisasi
harus ditulis dengan menyatakan sejumlah manfaat yang harus
dipenuhi dalam hal biaya, waktu maupun kualitas tertentu.
8) Sasaran
Sasaran adalah pernyataan spesifik yang mendeskripsikan
tentang apa yang ingin dicapai organisasi dalam kurun waktu satu
tahun. Sasaran harus dinyatakan secara operasional, jelas, dan
terperinci mengenai segala apa yang ditargetkan untuk dapat dicapai
dalam kurun waktu satu tahun. Syarat-syarat sebuah sasaran antara
lain specific, measurable, attainable/achievable, realistic, and
timebound (SMART).
9) Produk dan/atau Jasa
Produk merupakan sejumlah output yang berwujud (tangible)
yang dihasilkan organisasi. Jasa merupakan sejumlah output yang tidak
berwujud (intangible) yang dihasilkan organisasi. Organisasi mencapai
sasaran melalui penciptaan produk dan/atau jasa. Produk dan/atau jasa
ini digunakan untuk melayani para pelanggan/pengguna/klien sehingga
diharapkan dapat mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
10) Roles, Responsibilities dan Skills
Roles merupakan posisi-posisi tertentu dalam organisasi yang
diberikan kepada seseorang atau kelompok orang sehingga mereka
mempunyai wewenang yang melekat dalam posisi tersebut.
Responsibility merupakan hasil dan kewajiban yang harus dicapai oleh
orang atau kelompok orang dalam organisasi. Skills adalah sifat atau
pengetahuan internal yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok orang
dalam menjalankan roles dan memenuhi responsibilities sebagaimana
ditetapkan. Ketiga variabel tersebut sangat dibutuhkan organisasi untuk
mengembangkan produk dan menyediakan jasa yang diperlukan dalam
rangka mencapai sasaran yang ditetapkan. Struktur organisasi harus
didesain dengan mempertimbangkan ketiga variabel tersebut.
Lebih lanjut Mahsun (2006:1.24) kemudian mendefinisikan
organisasi sektor publik sebagai organisasi yang berhubungan dengan
kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik
yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara lain yang diatur
dengan hukum. Kemudian Jones (1993) dalam Mahsun (2006:1.17)
menyebutkan peran utama sektor publik mencakup tiga hal, yaitu
regulatory role, enabling role, dan direct provision of goods and
services. Regulatory role dapat dipahami sebagai peran organisasi
sektor publik dalam menetapkan segala aturan yang berkaitan dengan
kepentingan umum agar barang publik dapat secara bersama-sama
dinikmati oleh masyarakat; Enabling role dipahami sebagai peran
organisasi sektor publik dalam memungkinkan aktivitas masyarakat
dapat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar berkenaan dengan
regulasi yang telah ditetapkan; dan Direct provision of goods and
services dipahami sebagai peran organisasi publik dalam ikut serta
mengendalikan dan mengawasi barang publik dengan sejumlah
regulasi yang tidak merugikan publik. Organisasi sektor publik tidak bisa
lepas dari peran pemerintah dan bahkan umumnya organisasi yang
menghasilkan pure public goods adalah pemerintah maka organisasi
sektor publik sangat identik dengan pemerintah (Mahsun, 2006: 1.25)
