Menurut Handoko dan Rambe (2018) kepuasan karyawan adalah
Setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari
tempat bekerja. Kepuasan karyawan menurut Widjaya, et.al (2021)
kepuasan kerja sebagai perasaan dan emosi sebagai pandangan karyawan
mengenai pekerjaan mereka baik itu menyenangkan ataupun tidak
menyenangkan. Kepuasan kerja merupakan sikap afektif dari suatu
perasaan tentang suka atau tidaknya terhadap suatu pekerjaan. Kepuasan
kerja juga memiliki peran penting bagi karyawan untuk aktualisasi diri.
Karyawan yang tidak merasakan kepuasan kerja tidak dapat mencapai
tingkat psikologis yang matang.
Menurut Supiyanto (2015), kepuasan kerja didefinisikan sebagai
sikap umum terhadap pekerjaan seseorang yang menunjukkan perbedaan
antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang
mereka yakini seharusnya mereka terima. Menurut Ustadus Sholihin
(2021), kepuasan kerja adalah suatu sikap umum terhadap pekerjaan
seseorang, selisih antara banyaknya ganjaran yang diterima seorang
pegawai dan banyaknya yang mereka yakini apa yang seharusnya mereka
terima. Menurut Hasibuan (2004) kepuasan kerja adalah sikap emosional
yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan
oleh moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja. Kepuasan kerja
dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar.
Berdasarkan definisi dari para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan
bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan
atau tidak menyenangkan bagi para karyawan memandang pekerjaan
mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap
pekerjaannya. Ini tampak dalam sikap positif karyawan terhadap
pekerjaan dan segala sesuatu dihadapi dilingkungan kerjanya
