Tingkatan dalam Adversity Quotient


Stoltz (2000) mengelompokkan individu berdasarkan daya juang menjadi
tiga: quitter, camper dan climber. Adapun penjelasan dari ketiga tingkatan
AQ tersebut yaitu:
a. Quitter atau orang yang mudah menyerah, yaitu orang yang mundur dari
pendakian mereka atau pencapaian tujuan mereka. Orang yang seperti ini
mudah putus asa dan cepat menyerah.
b. Campers atau orang yang berkemah, yaitu orang yang bekerja keras,
menggunakan potensinya untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, dan
kemudian merasa puas dengan zona aman yang mereka jumpai. Mereka
jadi termotivasi oleh hal-hal yang dapat diperkirakan, keamanan dan
perubahan terbatas, sehingga mereka dan kemampuan mereka akan
mengalami kemunduran. Dengan kata lain orang yang tipe seperti ini
tidak mencapai puncak namun sudah puas dengan apa yang dicapainya.
c. Climber atau pendaki, yaitu orang yang terus mendaki,terus berusaha
dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk mengatasi
kesulitannya dan mencapai potensi maksimalnya. Climber akan terus
berusaha, terus belajar dan tidak pernah puas dengan apa yang diraihnya.
Dengan kata lain, orang yang tipe seperti ini adalah orang yang selalu
optimis, melihat peluang-peluang, melihat celah dan selalu bergairah
untuk terus maju