Karakteristik Quitter, Camper dan Climber


a. Quitter karakteristik yang dimiliki adalah sebagai berikut:

  1. Menolak untuk mendaki lebih tinggi lagi.
  2. Gaya hidupnya tidak menyenangkan atau datar dan tidak lengkap.
  3. Bekerja sekedar cukup untuk hidup.
  4. Cenderung menghindari tantangan berat yang muncul dari komitmen
    yang sesungguhnya.
  5. Jarang sekali memiliki persahabatan yang sejati.
  6. Dalam menghadapi perubahan mereka cenderung melawan atau lari
    dan cenderung menolak.
  7. Terampil dalam kata-kata yang sifatnya membatasi, seperti: tidak mau,
    mustahil, ini konyol dan sebagainya.
  8. Kemampuannya kecil atau bahkan tidak ada sama sekali, mereka tidak
    mempunyai visi dan keyakinan akan masa depan, kontribusinya
    sangat kecil.
    b. Camper karakteristik yang dimiliki adalah sebagai berikut:
  9. Mereka mau untuk mendaki, meskipun akan berhenti di titik tertentu
    dan merasa cukup sampai disitu.
  10. Mereka cukup puas telah mencapai suatu tahapan tertentu.
  11. Masih memiliki sejumlah inisiatif, sedikit semangat dan beberapa
    usaha.
  12. Menahan diri terhadap perubahan, meskipun kadang tidak menyukai
    perubahan besar karena mereka merasa nyaman dengan kondisi yang
    ada.
  13. Mereka menggunakan bahasa dan kata-kata yang kompromistis,
    misalnya: ini cukup bagus, kita cukuplah sampai disini saja.
  14. Prestasi mereka tidak tinggi, dan kontribusinya tidak besar juga.
  15. Meskipun telah melalui berbagai rintangan, namun mereka akan
    berhenti juga pada suatu tempat dan mereka berkemah disitu.
    c. Clamber karakteristik yang dimiliki adalah sebagai berikut:
  16. Mereka membaktikan diri untuk terus mendaki. Mereka adalah
    pemikir yang selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan.
  17. Mereka menyadari bahwa akan banyak imbalan yang diperoleh dalam
    jangka panjang melalui langkah-langkah kecil yang sedang
    dilewatinya.
  18. Menyambut baik tantangan, motivasi diri, memiliki semangat tinggi,
    dan berjuang mendapatkan yang terbaik dalam hidup, mereka
    cenderung membuat segala sesuatu terwujud.
  19. Tidak takut menjelajahi potensi-potensi tanpa batas yang ada di antara
    dua manusia, memahami dan menyambut baik resiko menyakitkan
    yang ditimbulkan karena bersedia menerima kritik.
  20. Menyambut baik setiap perubahan, bahkan ikut mendorong setiap
    perubahan tersebut kearah yang positif.
  21. Bahasa yang digunakan adalah bahasa dan kata-kataa yang penuh
    dengan kemungkinan-kemungkinan, mereka berbicara tentang apa
    yang bisa dikerjakan dan cara mengerjakannya, mereka berbicara
    tentang tindakan dan tidak sabar dengan kata-kata yang tidak
    didukung dengan perbuatan.
  22. Memberikan kontribusi yang cukup besar karena bisa mewujudkan
    potensi yang ada pada dirinya.
  23. Mereka tidak asing dengan situasi yang sulit karena kesulitan
    merupakan bagian dari hidup