Menurut Stoltz (2000) adversity quotient terdiri dari empat dimensi
penyusun yang disingkat CO²RE yaitu dimensi control, origin-ownership,
reach, dan endurance. Ini merupakan gambaran karakteristik individu yang
mendasari kemampuan untuk menghadapi kesulitan dan tantangan dalam
hidup. Berikut ini penjelasan dari keempat dimensi tersebut:
a. Control (pengendalian). Merupakan sejauh mana seseorang mampu
mempengaruhi dan mengendalikan respon individu secara positif
terhadap situasi apapun. Kendali yang sebenarnya dalam suatu situasi
hampir tidak mungkin diukur, kendali yang dirasakan jauh lebih penting.
Dimensi control merupakan salah satu yang penting karena berhubungan
langsung dengan pemberdayaan serta mempengaruhi semua dimensi
CO²RE lainnya.
b. Origin-Ownership (asal-usul dan pengakuan). Merupakan kependekan
dari origin (asal usul) dan ownership (pengakuan). Origin-Ownership
mempertanyakan dua hal:
- Siapa atau apa yang menjadi asal usul kesulitan dan sampai sejauh
manakah seseorang mengakui akibat-akibat kesulitan. - Sampai sejauh mana seseorang bersedia mengakui akibat kesulitan itu.
Rasa bersalah tidak sama dengan memikul tanggung jawab. Mengakui
akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kesulitan mencerminkan
tanggung jawab.
c. Reach (jangkauan). Merupakan kemampuan dan potensi suatu masalah
mempengaruhi bagian-bagian lain dalam kehidupan seseorang. Respon-
respon dengan adversity quotient yang rendah akan membuat kesulitan
mempengaruhi segi-segi lain dari kehidupan seseorang.
d. Endurance (daya tahan). Merupakan kemampuan yang dimiliki oleh
seseorang untuk tetap bertahan dalam situasi yang sulit dan berusaha
memperbaikinya. Seberapa besar tingkat ketahanan dan ketekunan
seseorang dalam menghadapi masalah
