Pengertian Kepuasan Kerja


Menurut Robbins dan Judge (2017 : 116) mengatakan bahwa kepuasan kerja
merupakan perasaan positif tentang pekerjaan yang dihasilkan dari evaluasi
kepribadiannya. Seseorang dengan kepuasan kerja yang tinggi memiliki perasaan
atau emosi yang baik tentang pekerjaannya, sedangkan seseorang dengan kepuasan
kerja yang rendah memiliki perasaan atau emosi yang buruk.
Menurut Sinambela (2021 : 301) mengatakan bahwa kepuasan kerja seperti
“tingkat afeksi positif seseorang karyawan terhadap pekerjaan dan situasi
pekerjaan”. Kepuasan kerja berhubungan pada pola pikir dan perilaku karyawan
terhadap pekerjaan mereka. Perilaku itu terdapat pada aspek kognitif dan aspek
perilaku. Aspek kognitif kepuasan kerja ialah rasa percaya karyawan kepada
pekerjaan dan kondisi pekerjaannya seperti menarik, memotivasi, tidak menarik
atau menuntut. Aspek perilaku merupakan pilihan sikap karyawan atas
pekerjaannya yang diperlihatkan melalui pekerjaan yang dijalankan, terus bertahan
pada posisinya, atau bekerja secara tertib dan disiplin.
Sutrisno (2019 : 74) menjelaskan ada beberapa penjelasan mengenai
kepuasan kerja. Pertama, kepuasan kerja dipandang sebagai suatu respon emosional
yang bertautan. Respon emosional ini terjadi dari dorongan, harapan, desakan serta
keinginan-keinginan pekerja pada pekerjaannya yang terhubung dalam kenyataan
yang dirasakan para pekerja, yang menciptakan gambaran emosional yang tercipta
seperti perasaan senang, perasaan puas maupun perasaan tidak senang dan tidak
puas. Kedua, kepuasan kerja adalah perilaku karyawan terhadap pekerjaan yang
berkaitan dengan keadaan kerja, kerja sama antar karyawan, upah yang diterima
dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis. Perilaku
pada pekerjaannya ialah akibat dari beberapa perilaku khusus seseorang pada
aspek-aspek dalam pekerjaan, adaptasi diri seseorang, serta interaksi sosial
seseorang di luar pekerjaannya, kemudian menciptakan perilaku umum seseorang
terhadap pekerjaan yang dijalankannya.
Zainal et al (2018 : 620) mengatakan kepuasan kerja pada dasarnya ialah
sesuatu yang bersifat personal. Setiap orang memiliki tingkat kepuasan kerja yang
berbeda-beda sesuai dengan prinsip nilai yang berlaku pada dirinya. Semakin tinggi
penilaian pada aktivitas yang dirasakan sama dengan harapannya, maka semakin
tinggi juga kepuasannya pada aktivitas tersebut. Oleh karena itu, kepuasan ialah
penilaian yang menunjukkan seseorang atau emosi perilakunya senang atau tidak
senang, puas atau tidak puas dalam pekerjaannya.
Menurut Mangkunegara (2017 : 117) berpendapat bahwa kepuasan kerja
merupakan perasaan menunjang atau tidak menunjang diri karyawan yang
berkaitan dengan pekerjaan maupun situasi dirinya. Perasaan yang berkaitan
dengan pekerjaan yang berhubungan dengan aspek-aspek, seperti imbalan atau gaji
yang diperoleh, kesempatan mengembangkan karirnya, struktur organisasi
perusahaan, kualitas pengawasan. Dan perasaan yang berkaitan dengan dirinya
ialah usia, kondisi kesehatan, keahlian, serta pendidikan. Karyawan akan merasa
puas pada pekerjaannya jika aspek-aspek pekerjaan serta aspek-aspek dirinya
menunjang, namun jika aspek-aspek tersebut tidak menunjang, maka karyawan
akan merasa tidak puas