Pengukuran Organizational Citizenship Behavior


Dari pengertian yang telah dijelaskan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa Organizational Citezenship Behaviour adalah suatu sikap yang dimiliki
seorang pegawai dalam memberikan kontribusi secara sadar dan sukarela guna
meningkatkan kinerja organisasinya.
Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan pengukuran mengenai
OCB dengan menggunakan pendapat Podsakoff, Ahearne, dan MacKenzie
(1997). Adapun dimensinya sebagai berikut, yaitu

  1. Helping behavior
    Dimensi ini adalah konstruk laten kedua dan merupakan konstruk yang paling
    luas dan kompleks karena dimensi ini menggambarkan sikap alturisme, courtesy,
    peacekeeping, cheerleading.
  2. Sportsmanship
    Dimensi ini berhubungan dengan cohesiveness pegawai dalam bekerja dan
    bagaimana menciptakan suasana yang menarik di tempat kerja bagi pegawai.
    Sportsmanship membuat pegawai dapat membuat pegawai mengikuti perubahan-
    perubahan dalam organisasi mereka dengan baik tanpa harus membuat manajer
    menghabiskan energi dan waktu lebih banyak untuk membuat pegawai tersebut
    dapat bekerja sama. Adapun indikator yang termasuk kedalam bagian dari
    dimensi ini adalah adanya peningkatan waktu dalam organisasi demi keberhasilan
    organisasi dan meningkatkan waktu atau mengabdikan diri demi kegiatan yang
    produktif.
  3. Civic Virtue
    Dimensi ini berhubungan dengan pelibatan diri dalam memberikan saran yang
    membangun terhadap organisasi mengenai bagaimana kelompok kerja
    meningkatkan efektivitas dengan cara membebaskan sumber-sumber yang ada
    atau membuat rekan kerja bekerja lebih efektif tergantung saran yang diberikan.
    Dalam penerapannya, civic virtue juga dapat dilihat melalui kehadiran dan
    partisipasi pegawai pada rapat kerja. Adapun indikator yang termasuk kedalam
    dimensi ini adalah seperti memberikan saran yang bersifat konstruktif dan adanya
    sikap sukarela dalam melayani kepentingan kelompok.
    Sebagai bahan perbandingan, pengukuran lain mengenai OCB juga
    dikemukakan oleh Podsakoff, MacKenzie, Paine dan Bachrach (2000).
    Pengukuran ini terdiri dari tujuh dimensi, yaitu;
  4. Helping behavior
    Dimensi ini didefinisikan sebagai kerelaan membantu orang lain dan berusaha
    dalam mencegah terjadinya masalah dalam pekerjaan.
  5. Sportsmanship
    Hal ini berkaitan dengan sikap yang tidak mengeluh saat berada di keadaan
    tidak nyaman dan merasa tidak berkecil hati ketika pendapatnya tidak sama
    dengan pegawai lain.
  6. Organizational loyalty
    Dimensi ini berkaitan dengan sikap pegawai dalam mempromosikan
    organisasinya, membela jika ada ancaman dari luar dan tetap berkomitmen
    meskipun dalam keadaan yang tidak begitu menyenangkan.
  7. Organizational compliance
    Hal ini berkaitan dengan penerimaan dan ketaatan pegawai pada peraturan
    maupun prosedur kerja meskipun tidak ada yang mengawasi.
  8. Individual initiative
    Dimensi ini adalah sikap pegawai yang mau melakukan peran ekstra dalam
    bekerja secara sukarela.
  9. Civic Virtue
    Dimensi ini berhubungan erat dengan komitmen terhadap organisasi secara
    langsung. Sikap yang akan ditunjukkan adalah dengan kesediaan untuk
    berpartisipasi secara aktif dan ikut memonitor lingkungan terkait dengan ancaman
    dan peluang.
  10. Self development
    Dimensi ini tidak terkonfirmasi secara lanjut didalam literatur mengenai OCB,
    tetapi dimensi ini muncul sebagai pembeda dengan dimensi-dimensi lainnya
    dalam OCB. Self development yang dimiliki pegawai diharapkan dapat
    meningkatkan efektivitas organisasi melalui mekanisme yang berbeda dengan
    dimensi lainnya.
    Selain itu pengukuran lain mengenai OCB dikemukakan oleh Shahab M
    A, et al (2018). Pada pengukuran ini, OCB dibagi menjadi 5 indikator, yaitu;
  11. Alturisme
    Perilaku sukarela dalam membantu orang lain, terutama yang berurusan
    dengan tugas-tugas di luar tanggung jawab mereka dalam suatu organisasi.
  12. Kesopanan
    Kesopanan atau sopan santun adalah perilaku dimana karyawan berperilaku
    sopan dan sesuai dengan aturan. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik
    interpersonal didalam organisasi.
  13. Sikap sportif
    Sportif adalah salah satu perilaku yang menunjang berhasilnya suatu OCB
    pada individu. Hal ini dikarenakan perilaku ini menunjukkan toleransi yang tinggi
    terhadap organisasi, sehingga seseorang dapat berperilaku positif dan terhindar
    dari sikap suka mengeluh.
  14. Kesadaran
    Perilaku sukarela yang bersifat positif dan biasanya melampaui persyaratan
    dasar ataupun prosedur kerja.
  15. Kebajikan kewarganegaraan
    Perilaku yang menunjukkan partisipasi dan kepedulian terhadap kelangsungan
    hidup organisasi, seperti turut serta dalam setiap kegiatan organisasi.
    Pengukuran selanjutnya berdasarkan pendapat Sharma dan Jain
    (2014). Pengukuran untuk menentukan apakah OCB seorang pegawai dapat
    dikatakan berhasil atau tidak adalah dengan memperhatikan dimensi dan indikator
    dari OCB tersebut. Adapun dimensi yang dimaksud adalah tepat waktu,
    rendahnya tingkat ketidakhadiran dan menahan diri untuk tidak bersantai-santai.
    Dari dimensi diatas dibagi menjadi beberapa indikator yaitu;
  16. Alturisme
    Perilaku sukarela dalam membantu orang lain, terutama yang berurusan dengan
    tugas-tugas di luar tanggung jawab mereka dalam suatu organisasi. Alturisme juga
    termasuk kedalam menciptakan suatu suasana kerja yang sehat dengan
    atmosphere yang lebih ceria.
  17. Kepatuhan Organisasi
    Kepatuhan organisasi adalah cara seorang pegawai dalam memproyeksikan
    citra organisasi yang baik kepada khalayak ramai, selain itu indikasi yang dapat
    dikatan bahwa adanya kepatuhan organisasi adalah ketika seorang pegawai
    dengan sukarela memberikan saran kepada rekan kerjanya yang terkait dengan
    pekerjaan mereka.
  18. Sikap sportif
    Sportif adalah salah satu perilaku yang menunjang berhasilnya suatu OCB pada
    individu. Hal ini dikarenakan perilaku ini menunjukkan toleransi yang tinggi
    terhadap organisasi, sehingga seseorang dapat berperilaku positif dan terhindar
    dari sikap suka mengeluh.
  19. Loyalitas
    Loyalitas adalah perasaan dimana seorang pegawai merasa bahwa perusahaan
    atau organisasi tempatnya bernaung adalah tempat yang terbaik di dalam
    lingkungannya, sehingga ia akan melakukan apa pun untuk membantu organisasi
    ataupun perusahaan tersebut untuk dapat berkembang lebih maju