Pengertian Employee Engagement
Konsep mengenai employee engagement pertama kali didefinisikan oleh
Khan, yaitu suatu gagasan penting dalam suatu organisasi maupun praktisi
lainnya. Para peneliti menyakini bahwa konsep dan definisi mengenai employee
engagement belum mencapai kesepakatan yang baku secara global, (Kular et al,
2018). Hal ini dikarenakan employee engagement adalah suatu konsep yang masih
terbilang cukup baru. Namun jika merujuk kepada beberapa para ahli, maka
konsep ini lebih sering digambarkan sebagai suatu sikap positif yang berhubungan
dengan pekerjaan.
Sedangkan menurut Schaufeli dan Bakker (2004) employee engagement
adalah kebalikan dari burnout. Berbeda dengan burnout, employee engagement
dikatakan lebih memiliki hubungan yang energik dan efektif dengan aktivitas
kerja pegawai dan para pegawai yang melakukan engagement dapat melihat diri
mereka mampu untuk menyelesaikan tuntutan pekerjaan dengan baik.
Menurut Harmoko (2018), employee engagement memperlihatkan seberapa
besar pegawai dapat menempatkan dirinya dalam pekerjaan serta mampu
melakukan pekerjaannya dengan komitmen yang kuat. Dengan kata lain,
employee engagement dapat dikatakan sebagai suatu ikatan kecocokan antara
pegawai dengan visi dan misi organisasi. Selain sebagai sesuatu yang
menggambarkan ikatan kecocokan, Arizqi et al. (2017) menyatakan bahwa
employee engagement juga merupakan suatu tingkatan dimana seorang individu
memiliki kesadaran untuk menyatu dengan organisasi tempatnya bernaung, yang
hasil akhirnya diharapkan akan memberikan dampak positif baik bagi individu
tersebut maupun bagi organisasi.
Secara spesifik Ababneh (2015) menyatakan bahwa employee engagement
adalah keadaan atau sikap dimana seorang pegawai bersemangat, menggemari,
energik dan juga berkomitmen dalam melakukan pekerjaannya. Sehingga dapat
diartikan bahwa employee engagement adalah suatu sikap positif yang dimiliki
oleh seorang pegawai yang dapat dengan mudah menyatu dengan perusahaan
ataupun organisasi tempatnya bernaung, energik, serta memiliki komitmen dalam
setiap melakukan pekerjaanya. Siwono dan Sim (2016) menyatakan bahwa
seorang pegawai yang terikat dengan perusahaan ataupun organisasinya akan
meningkatkan kinerjanya dan dapat memberikan upaya yang optimal bagi
perusahaannya, sehingga pegawai yang terikat dapat memberikan performa yang
lebih positif terhadap kinerja seorang pegawai.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa employee engagement adalah
suatu keadaan sikap seorang pegawai yang bersemangat dan selalu memahami
bagaimana menempatkan dirinya didalam organisasi dan mampu melakukan
pekerjaanya dengan komitmen yang sangat kua