Pengukuran Employee Engagement


Dari penjabaran mengenai employee engagement, maka peneliti akan
menggunakan konsep employee engagement yang dikemukan oleh Schaufeli dan
Bakker (2004) . Employee engagement memiliki tiga dimensi dengan beberapa
indikator penunjang yang memiliki keterikatan antara satu sama lain didalamnya
yaitu;

  1. Vigor
    Vigor adalah tingkatan energi dan ketahanan mental saat bekerja. Vigor sendiri
    dapat dinilai dari semangat yang di tunjukkan seseorang untuk melakukan
    pekerjaannya. Adapun indikator yang terdapat didalam vigor adalah;
    a. Tingkat energi dan stamina
    b. Kesungguhan dalam bekerja
    c. Tidak mudah lelah
    d. Kegigihan dan ketekunan
  2. Dedication
    Dedikasi mengacu kepada tingkat keterlibatan seseorang dalam pekerjaan dan
    mengalami rasa penuh makna, antusias dan kebanggaan. Adapun indikator yang
    terdapat didalam dedikasi adalah:
    a. Rasa senang dalam bekerja
    b. Antusias
    c. Kebanggaan
    d. Rasa terinspirasi dan tertantang
  3. Absorption
    Aspek ini mengacu kepada konsentrasi dan keseriusan dalam bekerja, dan
    menikmati dalam bekerja sehingga waktu terasa berlalu begitu cepat ketika
    sedang bekerja dan merasa sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaan sehingga
    melupakan segala sesuatu disekitarnya. Adapun indikator yang terdapat didalam
    dimensi ini adalah;
    a. Konsentrasi
    b. Serius, dan
    c. Menikmati pekerjaan
    Sebagai perbandingan, penelitian ini juga akan sedikit mengulas pengukuran
    employee engagement yang dikemukkan oleh Ababneh (2015). Employee
    engagement didefinisikan sebagai keadaan atau sikap dimana seorang karyawan
    bersemangat, menggemari, energik dan juga berkomitmen dalam melakukan
    pekerjaannya. Sehingga engagement seorang karyawan/individu akan berkaitan
    erat dengan;
  4. Antusiasme
    Antusiasme adalah suatu perasaan semangat yang tinggi atau adanya suatu
    gairah tinggi untuk melakukan pekerjaannya. Atau dengan kata lain,
    karyawan/individu memiliki minat besar terhadap pekerjaannya.
  5. Kebanggaan
    Suatu sikap yang ditunjukkan atau ditonjolkan oleh individu atau karyawan
    terhadap pekerjaan yang telah dilakukan ataupun terhadap pencapaian-pencapaian
    yang telah diterima.
  6. Positif secara emosional
    Positif secara emosional adalah ketika seorang karyawan atau individu
    memberikan energi positif kepada pekerjaannya dan bagaimana individu tersebut
    menyelesaikan setiap masalah yang berhubungan dengan emosional secara baik.
  7. Energik
    Sikap ini adalah ketika seorang individu/karyawan selalu merasa bersemangat
    untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  8. Kegemaran
    Salah satu engage yang dibutuhkan oleh seorang individu/karyawan adalah
    adanya passion atau kegemaran pada bidang yang ditekuni.
  9. Inspirasi
    Individu/karyawan diharapkan dapat menjadikan pekerjaannya menjadi salah
    satu sumber inspirasi bagi mereka. Selain pekerjaan, organisasi yang menjadi
    wadah diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi karyawan guna meningkatkan
    kinerja.
  10. Perhatian
    Selama bekerja, karyawan diharapkan dapat tetap fokus dan memberikan
    perhatiannya kepada pekerjaan mereka.
  11. Kekhusyukan
    Dalam menjalankan pekerjaannya, karyawan/individu dituntut untuk
    melakukan yang terbaik dan lebih terfokus.
  12. Bermakna
    Setiap pekerjaan yang dilakukan, diharapkan penuh dengan makna dan tujuan
    yang baik dan benar.
  13. Kebijaksanaan
    Dalam menjalankan kewajibannya, individu/karyawan dituntut untuk dapat
    mengambil keputusan sendiri dengan benar dan bijaksana didalam setiap situasi.
  14. Semangat inisiatif
    Seorang individu dituntut untuk dapat selalu memberikan sugesti kepada diri
    sendiri untuk harus bisa meningkatkan kinerjanya didalam organisasi.
  15. Pencapaian tujuan
    Individu/karyawan harus mempunyai target atau tujuan yang ingin diraih.
  16. Penyelesaian masalah
    Individu/karyawan diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan
    dengan pekerjaan dengan baik.
  17. Ketekunan melalui tantangan
    Dalam bekerja, individu/karyawan dituntut untuk dapat bertahan melalui
    tantangan yang muncul.
  18. Inovative
    Individu/karyawan diharapkan dapat mempunyai cara berfikir yang bisa
    menghasilkan solusi yang baru dan lebih kreatif.
  19. Kinerja
    Di dalam suatu organisasi individu/karyawan dituntut untuk aktif guna
    meningkatkan kinerja mereka