Perilaku kerja inovatif dapat memicu konsep orisinal untuk
prosedur kerja, teknik, layanan, atau barang baru yang dapat
diimplementasikan di tempat kerja untuk meningkatkan produktivitas
pekerja (Jong & Hartog, 2010). Oleh sebab itu, penelitian sebelumnya
menganggap perilaku kerja inovatif setiap individu sebagai komponen
penting dari perilaku kerja inovatif sehubungan dengan kinerja
karyawan (Scott & Bruce, 1994).
Kreativitas karyawan sering dikaitkan dengan perilaku kerja yang
inovatif, tetapi keduanya memiliki konstruksi perilaku yang unik (Jong
& Hartog, 2010). Dalam perilaku kerja inovatif yang perlu dipamerkan
karyawan untuk menghasilkan ide-ide baru, kreativitas dapat dilihat
dalam aksi (West, dalam Jong Hartog, 2010). Karena konsep-konsep
tersebut pada akhirnya akan beralih ke tahap aplikasi, perilaku kerja
yang inovatif memiliki proses yang lebih rumit (Jong & Hartog, 2010).
Ketika menggunakan konsep atau ide untuk memecahkan masalah,
seorang karyawan kemudian berada dalam posisi untuk menerapkan ide
tersebut dengan rekan kerja dan membujuk mereka bahwa itu mewakili
inovasi baru bagi perusahaan. Adanya indikasi bahwa perilaku kerja
inovatif berpengaruh pada produktivitas karyawan. Perilaku kerja
inovatif berdampak signifikan terhadap kinerja karyawan, menurut
penelitian sebelumnya (Musneh, dkk., 2021). Selain itu, menurut
penelitian sebelumnya Sujarwo, dkk., (2019), perilaku kerja inovatif
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian oleh
Lathifah, dkk., (2021) kinerja karyawan secara signifikan dipengaruhi
oleh perilaku kerja inovatif
