Liu et al., (2020) menyatakan bahwa secara umum terdapat 2 faktor utama
yang mempengaruhi perilaku pemimpin, yaitu yang pertama faktor individu
seperti, motivasi intrinsik, suasana hati mana yang positif atau negatif dan efikasi
diri, dan yang kedua faktor kontekstual, seperti iklim perusahaan yang
mendukung, pertukaran antara pemimpin dan karyawan, dan perilaku
mendukung rekan kerja.
Faktor individu memainkan peran penting karena seorang pemimpin
yang memiliki motivasi intrinsik cenderung memiliki dorongan internal untuk
mencapai tujuan tanpa harus bergantung pada insentif eksternal. Suasana hati
yang positif dapat meningkatkan kemampuan seorang pemimpin untuk
mengambil keputusan secara bijak dan berinteraksi dengan anggota tim secara
konstruktif, sementara efikasi diri yang tinggi membuat pemimpin lebih percaya
diri dalam mengatasi tantangan dan memberikan arahan kepada tim.
Sementara itu, faktor kontekstual memberikan lingkungan yang kondusif
bagi pemimpin untuk menunjukkan perilaku yang efektif. Iklim perusahaan
yang mendukung memungkinkan pemimpin untuk mengembangkan strategi dan
kebijakan yang inovatif tanpa hambatan, sedangkan hubungan pertukaran antara
pemimpin dan karyawan yang baik memperkuat rasa saling percaya dan
kerjasama. Selain itu, perilaku mendukung dari rekan kerja menciptakan
dinamika tim yang harmonis, yang tidak hanya membantu pemimpin
menjalankan tugasnya dengan lebih baik tetapi juga mendorong terciptanya
budaya kerja yang produktif dan inklusif.
Kombinasi dari faktor individu dan kontekstual ini membentuk pola
perilaku pemimpin yang tidak hanya berpengaruh pada kinerja mereka sendiri,
tetapi juga pada keseluruhan performa organisasi. Ketika kedua faktor ini saling
mendukung, pemimpin memiliki peluang yang lebih besar untuk memengaruhi
karyawan secara positif, membangun hubungan yang bermakna, dan
menciptakan lingkungan kerja yang memotivasi dan inovatif
