Jika melihat pada jurnal P. Herlambang et al., (2022) ditemukan bahwa
perilaku pemimpin memiliki dampak signifikan dan positif terhadap kreativitas
karyawan, yaitu peningkatan kreativitas karyawan, kepercayaan pada pemimpin,
dan peningkatan kinerja perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa ketika
pemimpin memberikan dukungan dan otonomi kepada karyawan, mereka lebih
mampu menghasilkan ide-ide kreatif. pemimpin yang memberdayakan berusaha
untuk menjamin otonomi karyawan dan menghilangkan kendala birokrasi dari
pekerjaan sehari-hari mereka Ahearne et al., (2005). Dengan demikian,
karyawan diberikan sumber daya yang cukup sehingga mereka memiliki
keleluasaan dan kebebasan yang diperlukan untuk memutuskan waktu,
kecepatan, dan metode penyelesaian pekerjaan mereka Martin et al., (2013).
Dampak efektivitas pemimpin sangat dipengaruhi oleh keterampilan
mereka dalam perilaku tugas dan relasional, di mana pemimpin yang efektif
mampu mendefinisikan peran dan mengarahkan tim sambil membangun
hubungan yang baik dengan bawahan hal ini tercermin dalam pernyataan bahwa
manajer yang efektif memiliki kemampuan kepemimpinan untuk mempengaruhi
perubahan pada pengikutnya. Selain itu, efektivitas pemimpin juga diukur dari
persepsi bawahan, yang menunjukkan bahwa bawahan yang menilai atasan
mereka memiliki selera humor yang baik melaporkan kepuasan kerja yang lebih
tinggi dan menilai kualitas atasan lainnya secara lebih positif Decker & Rotondo,
(2001)
Mengingat sifat kreativitas, pendelegasian tersebut membantu
membangun konteks kerja di mana seorang karyawan didorong dan
diberdayakan untuk mengeksplorasi berbagai alternatif kreatif sebelum
(mungkin) menetapkan solusi kreatif yang layak Amabile et al., (1996). Ketika
karyawan merasa dihargai dan diberi ruang untuk bereksperimen, mereka lebih
termotivasi untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang dapat berkontribusi pada
penyelesaian masalah dan pengembangan produk atau proses kerja.
Perilaku pemimpin yang adil dan konsisten membangun kepercayaan
karyawan terhadap pemimpin. Kepercayaan ini memperkuat hubungan kerja
antara pemimpin dan bawahan, yang pada gilirannya menciptakan iklim kerja
yang positif dan kolaboratif. Hubungan yang saling percaya ini juga memotivasi
karyawan untuk mengambil inisiatif dan berpartisipasi aktif dalam pencapaian
tujuan organisasi.
Dampak positif dari perilaku pemimpin tidak hanya terbatas pada
kreativitas individu karyawan, tetapi juga meluas ke kinerja perusahaan secara
keseluruhan. Dengan mendorong inovasi dan kolaborasi di antara anggota tim,
perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kemampuan
adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis. Oleh karena itu, perilaku
pemimpin yang mendukung merupakan faktor kunci dalam menciptakan budaya
kerja yang inovatif dan berorientasi pada pertumbuhan
