Menurut Hu & Luo, (2023) Kreativitas karyawan mengacu pada generasi
ide baru dan berguna oleh bawahan selama proses kerja. Amabile, (2016)
berpendapat kreativitas membantu karyawan mencapai tujuan mereka dan
bereaksi secara efisien terhadap peluang, yang dapat mengarahkan tim untuk
mendapatkan keuntungan dan bertahan dalam inovasi berkelanjutan. Kreativitas
karyawan mengacu pada ide, perspektif, atau pemikiran baru dan praktis yang
dihasilkan oleh karyawan, yang sangat penting bagi organisasi untuk
mempertahankan fleksibilitas dan daya saing. Seperti yang dijelaskan pada
penelitian Zhang & Zhou, (2014) bahwa pemimpin yang memberdayakan
mampu mendorong kreativitas. Hal ini terjadi karena pemberdayaan
memberikan karyawan kebebasan dan dukungan untuk mengeksplorasi ide-ide
baru, meningkatkan rasa percaya diri mereka, dan memungkinkan mereka untuk
mengambil inisiatif dalam menyelesaikan tantangan kerja secara kreatif.
Jurnal Gafoor, (2020) juga mengatakan bahwa kreativitas karyawan
dianggap sebagai sifat kepribadian yang berguna untuk adaptasi dan
ketidaksesuaian individu terhadap lingkungan. Individu setiap karyawan yang
kreatif karena kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dalam situasi
tertentu dan puas dengan apa pun yang ada untuk mencapai tujuan mereka
Gafoor, (2020). Kreativitas adalah kemampuan yang dimanifestasikan oleh
kinerja dalam sifat-sifat kritis, seperti kontes tes, dan lain-lain. Ide-ide harus baru
dan sesuai dengan tujuan agar menjadi diidentifikasi sebagai kreatif. Perilaku
kreatif paling sering merupakan hasil dari individu menanggapi tuntutan
lingkungan mereka Carnevale, (2017). Kreativitas karyawan dipicu karena
situasi membutuhkannya dan bersifat subjektif. Kreativitas muncul ketika
individu meramalkan masalah dan tantangan dalam pengejaran tujuan.
Yu Zhou Y. C., (2020) bependapat bahwa kreativitas karyawan
merupakan hal yang sangat penting untuk efektivitas dan kelangsungan hidup
organisasi, terutama di lingkungan yang sangat bergejolak dan kompetitif saat
ini. Kreativitas melibatkan generasi ide-ide baru dan berguna sementara inovasi
melibatkan penerapan ide-ide ini untuk produk dan proses baru. Proses di mana
ide-ide kreatif diubah menjadi produk dan layanan baru secara signifikan
dipengaruhi oleh perubahan lingkungan eksternal. Organisasi melihat kreativitas
karyawan sebagai sumber keunggulan kompetitif karena memungkinkan
karyawan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan menyelidiki yang baru Yu
Zhou Y. C., (2024).
Kreativitas karyawan merupakan proses keterlibatan karyawan dalam
pengambilan keputusan atau menghilangkan kendala birokrasi Yu Zhou Y. C.,
(2020). Hal ini dianggap penting karena karyawan dengan ketidakpastian dalam
lingkungan yang semakin kompetitif ini, organisasi menganggap lebih penting
perilaku kepemimpinan yang dapat mengatasi perubahan ini dengan
memaksimalkan fleksibilitas dan efisiensi organisasi. Proses kreatif dimulai oleh
motivasi, sementara mengumpulkan sumber daya dan informasi lebih erat
kaitannya dengan menghasilkan ide dan produk baru.
2.1.2.2 Faktor-faktor Kreativitas Karyawan (Employee Creativity)
Hu & Luo, (2023) berpendapat perilaku pemimpin, budaya organisasi, iklim
organisasi, keterampilan, dan sumber daya adalah lima faktor penting yang
terkait dengan kreativitas karyawan. Amabile, (2016) berpendapat jika
lingkungan sosial dapat merangsang atau menghambat kreativitas melalui
sumber daya dan proses yang relevan dengan kreativitas. Oleh karena itu,
penelitian kami mengintegrasikan perspektif pragmatis (sumber daya tugas) dan
perspektif afektif (komitmen afektif) untuk menghubungkan humor pemimpin
dan kreativitas karyawan.
Interaksi berkualitas tinggi antara pemimpin dan bawahan dapat
menghasilkan kreativitas karyawan Hu & Luo, (2023).
Dhar, (2015) juga berpendapat jika kreativitas karyawan juga terpengaruh
karena adanya komitmen afektif. Ketika komitmen afektif berkembang,
karyawan akan termotivasi untuk terlibat dalam pekerjaan dan menunjukkan
sikap positif dalam menghasilkan ide-ide baru, yang penting bagi organisasi.
Komitmen afektif memainkan peran mediasi dalam hubungan antara praktik
MSDM dan hasil pekerjaan yang berbeda, seperti perilaku inovatif. Dengan
demikian, karyawan yang berkomitmen afektif akan mengerahkan upaya
kreativitasnya
