Berbagai literatur telah menemukan sejumlah faktor yang mempengaruhi
work engagement yaitu:
- Job Crafting
Wrzesniewski dan Dutton menyatakan bahwa job crafting merupakan
proses di mana individu secara aktif merancang ulang aspek-aspek pekerjaan,
baik dari sisi tugas, interaksi sosial, maupun cara pandang terhadap pekerjaan
. Tujuannya adalah menciptakan makna yang lebih mendalam serta
meningkatkan rasa kepuasan. Ketika karyawan merasa pekerjaannya selaras
dengan minat, nilai, dan kekuatan pribadinya, maka work engagement
cenderung meningkat karena muncul rasa memiliki dan tanggung jawab yang
lebih besar terhadap pekerjaan tersebut. - Work-Life Balance
Greenhaus dan Allen mendefinisikan work-life balance sebagai sejauh
mana individu dapat secara efektif mengelola tuntutan antara pekerjaan dan
kehidupan pribadinya. Ketika keseimbangan ini terjaga, individu
cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih stabil, stres yang lebih
rendah, dan kepuasan hidup yang lebih tinggi. Faktor-faktor tersebut
berkontribusi terhadap peningkatan energi dan fokus dalam pekerjaan,
sehingga berdampak positif pada work engagement
