Hubungan Perilaku Rasional dan Keputusan Pembelian


Teori perilaku berencana merupakan pendekatan intensi perilaku
yang mengatasi keterbatasan teori tindakan beralasan dalam hal
ketidakakuratan intensi perilaku dalam situasi kontrol volisional yang
lebih rendah. Ajzen menyempurnakan tindakan beralasan menjadi teori
perilaku berencana (Ajzen, 1991) dengan cara menambahkan variabel
baru yang memberi perhatian pada konsep kontrol kemauan berperilaku
yang dirasakan individu (Ajzen dalam Dharmmesta, 1998). Teori perilaku
berencana menambahkan kontrol kemauan yang dirasakan oleh seseorang
dalam situasi pengambilan keputusan berperilaku khususnya ketika
perilaku tersebut tidak berada di bawah kontrol volisional (Ajzen, 1991).
Intensi berperilaku didefinisikan dalam beberapa elemen yaitu
target, tindakan, konteks, dan waktu (Fishbein). Elemen tersebut bisa
dijelaskan pada pembelian produk tabungan merupakan elemen tindakan,
sedangkan produk tabungan merupakan elemen target