Konsep keterlibatan sangat berarti untuk mengerti dan menjelaskan
perilaku konsumen. Istilah ini pertama kali dipopulerkan dalam lingkungan
pemasaran oleh Krugman pada tahun 1965 dan membangkitkan minat besar sejak
saat itu. Walaupun istilah ini sudah didefinisikan dengan banyak cara, menurut
James F Angel (1994: 289) keterlibatan adalah tingkat kepentingan pribadi yang
dirasakan atau dibangkitkan oleh stimulus di dalam situasi spesifik.
Definisi keterlibatan menurut Solomon (2010) dalam Mulyana dkk
(2010:15) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang proses
keterlibatan pada saat individu atau kelompok memilih, membeli, menggunakan,
atau membuang produk, jasa, ide atau pengalaman untuk memenuhi kebutuhan
dan keinginannya.
Sedangkan menurut Mowen dan Minor (2002:83) keterlibatan konsumen
adalah pribadi yang dirasakan penting dan atau minat konsumen terhadap
perolehan, konsumsi, dan disposisi barang, jasa, atau ide. Dengan semakin
meningkatnya keterlibatan, konsumen memiliki motivasi yang lebih besar untuk
memperhatikan, memahami, dan mengelaborasi informasi tentang pembelian
