Dalam Engel at.al. (1992:292) bentuk keterlibatan dapat di ekspresikan
didalam perilaku konsumen, yakni:
- Keterlibatan Pesan (pengolahan dan pencarian informasi yang tuntas) dampak
tinggi
Dalam pencarian informasi ini terjadi ketika terdapat sebuah dorongan
yang diciptakan oleh konsumen, mereka akan mencari dan mengumpulkan
informasi dari berbagai sumber. Jika dari sumber informasi telah memberikan
alasan yang dibutuhkan, konsumen akan membeli produk tersebut. Tetapi
sebaliknya, konsumen akan mempertimbangkan keputusannya dan akan lebih
banyak mencari informasi lagi (Kotler dan Amstrong 2001 dalam Choubatrash
at.al 2013: 283).
Dengan pencarian informasi dapat membedakan dua tingkat keterlibatan
(Kotler dan Keller 2009:185), pencarian yang lebih rendah disebut perhatian
tajam, pada tingkat ini seseorang hanya menjadi lebih respetif terhadap informasi
tentang sebuah produk. Pada tingkat berikutnya, seseorang dapat memasuki
pencarian informasi aktif untuk mempelajari produk tersebut. Menurut Kotler dan
keller (2009:185) sumber informasi utama konsumen dibagi menjadi empat
kelompok yakni (1) pribadi: keluarga, teman, tetangga, rekan (2) komersial: iklan,
situs web, wiraniaga, penyalur, kemasan, dan tampilan (3) public: media massa,
organisasi pemeringkat konsumen, (4) eksperimental: penanganan, pemeriksaan,
penggunaan produk. - Keterlibatan Produk (Merek)
Konsumen juga dapat menjadi terlibat dengan produk (atau merek).
Konsumen lebih mungkin melihat perbedaan dalam sifat yang ditawarkan oleh
berbagai produk atau merek. Dan hasil yang lazim adalah loyalitas yanglebih
besar ketika preferensi didasarkan atas keterlibatan yang dirasakan tinggi. - Keterlibatan Dalam Keputusan pembelian
Bentuk keterlibatan dalam keputusan pembelian ini terdapat dua cara
yakni pemecahan masalah yang diperluas (PMD) apabila keterlibatan tinggi,
sementara keterlibatan rendah menggunakan pemecahan masalah terbatas (PMT) . - Pemecahan Masalah yang Diperluas (PMD)
Ketika proses keputusan dirinci secara khusus dan teliti, mulai dari
pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternative, pembelian, dan
hasil diikuti, walaupun tidak dalam urutan yang persis. Terdapat kemungkinan
bahwa banyak alternative akan dievaluasi dan variasi luas sumber informasi
dikonsultasikan. Dan untuk mengenai bagaimana dan dimana untuk membuat
pembelian juga mungkin memerlukan pencarian dan evaluasi tambahan.Prosesnya
tidak berhenti menyusuli pembelian, karena harapan kerap jelas dan teliti. Bila
barang yang dibeli mengecewakan, hasilnya dapat berupa kekecewaan yang besar
sekali dan sering dibicarakan kepada orang lain. Hasil yang diharapkan tentu saja
adalah kepuasan yang diekspresikan dalam bentuk rekomendasi positif kepada
orang lain dan maksud untuk membeli kembali. (Engel at.al 1992:32)
Menurut Utami (2010:55) pemecahan masalah yang luas adalah suatu
proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen memerlukan usaha
dan waktu yang cukup besar untuk meneliti dan menganalisis berbagai alternatif.
Pemecahan masalah ini terjadi ketika konsumen sedang membuat suatu keputusan
pembelian untuk mencukupi suatu kebutuhan yang penting, atau ketika hanya
memiliki sedikit pengetahuan tentang produk atau jasa tersebut. - Pemecahan Masalah yang Terbatas (PMT)
Pemecahan masalah terbatas adalah suatu proses pengambilan keputusan
belanja yang menyertakan suatu usaha dan waktu yang cukup banyak. Pada situasi
ini, konsumen cenderung untuk lebih mengandalkan pengetahuan pribadi
dibandingkan mengandalkan informasi eksternal. Salah satu jenis pemecahan
masalah terbatas secara umum dan biasa terjadi adalah pembelian impulsive.
Pembelian impulsive adalah suatu keputusan pembelian yang dibuat oleh
konsumen dengan segera setelah melihat barang dagangan. (Utami, 2010:55
