Trust (kepercayaan) Kepada Beauty Influencer


Trust (kepercayaan) terhadap beauty influencer menggambarkan seberapa
jauh masyarakat umum dan para pengikutnya memahami konten yang mereka
buat, serta bagaimana mereka menyampaikan integritas dan kejujuran dalam
mereview produk melalui media sosial mereka (Kim et al., 2014). Keahlian
merujuk pada keterampilan atau penguasaan seorang influencer pada bidang
tertentu, sementara beauty influencer berarti memiliki keahlian khusus pada
bidang kecantikan (Kim et al., 2014). Daya tarik ditunjukkan kepada penampilan
fisik, karakter, maupun cara influencer membawakan dirinya dihadapan publik
(Ohanian, 1990). Keahlian dan daya tarik seorang influencer memengaruhi
kepercayaan masyarakat terhadap influencer, seberapa ahli influencer di
bidangnya dan seberapa menarik influencer mempresentasikan dirinya pada
platform media sosial yang dimilikinya.
Sebagai beauty influencer harus memiliki kepercayaan dari para pengikutnya
di media sosial dan masyarakat umum yang melihat reviewnya untuk membangun
reputasinya. Kejujuran merupakan salah satu faktor penting bagi beauty
influencer ketika mengulas suatu produk untuk mendapatkan kepercayaan dari
konsumen (Deshbhag & Mohan, 2020). Konsumen datang kepada beauty
influencer untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk yang diinginkan
melalui reviewnya yang jujur dan objektif. Kepercayaan terhadap beauty
influencer dapat memengaruhi persepsi penilaian konsumen terhadap produk-
produk yang diulasnya (Suki, 2014). Konsumen lebih memilih mempercayai
beauty influencer jika mereka benar-benar menggunakan produk dan
mengulasnya sesuai dengan hasil pemakaian dari produk tersebut.
Selain kepercayaan, keahlian juga merupakan hal yang penting bagi beauty
influencer untuk meningkatkan reputasinya. Keahlian merujuk pada pengetahuan,
keterampilan, dan pengalaman yang dimiliki oleh beauty influencer tentang
bidang yang didalaminya yaitu kecantikan (Deshbhag & Mohan, 2020).
Keterampilan yang dimiliki beauty influencer dalam berkomunikasi dengan
pengikut-pengikutnya melalui unggahan foto atau video ulasan produk di media
sosial juga merupakan faktor penilaian konsumen akan keahlian yang dimiliki
oleh mereka (Liu et al., 2020). Konsumen menilai beauty influencer memiliki
keahlian tinggi dengan memandang seberapa besar pengetahuan beauty influencer
mengenai produk yang diulasnya dan bagaimana cara mereka menyampaikan
ulasannya.
Beauty influencer dalam menaikkan reputasinya juga harus memiliki daya
tarik untuk mendapatkan perhatian dari publik. Daya tarik biasanya dipengaruhi
oleh persepsi konsumen, persepsi konsumen terhadap beauty influencer akan
memengaruhi reputasinya dalam bidang kecantikan (Deshbhag & Mohan, 2020).
Konsumen memberikan persepsinya dengan menilai daya tarik fisik yang dimiliki
oleh beauty influencer terlebih dahulu (Taillon et al., 2020). Sejauh mana
konsumen menganggap beauty influencer cantik dan berpenampilan menarik
dapat memengaruhi persepsi konsumen kepada suatu produk yang diulasnya
(Weismueller et al., 2020). Selain daya tarik fisik, persepsi konsumen juga
dipengaruhi oleh daya tarik pengetahuan, sifat, dan gaya hidup yang dimiliki oleh
beauty influencer (Umeogu, 2012). Hal-hal tersebut dapat memengaruhi persepsi
konsumen terhadap beauty influencer dan dapat memengaruhi sikap konsumen
dalam menilai produk yang diulasnya.
Dalam membangun kepercayaan konsumen, sebagai beauty influencer harus
memahami bahwa kepercayaan dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap
merek dan perusahaan dari produk yang diulasnya (Hussain et al., 2020). Trust
dalam perilaku konsumen adalah dengan melakukan pembelian pada produk
tersebut