Niat Beli


Niat beli diartikan sebagai rencana sadar dari konsumen untuk melakukan
upaya dalam membeli, karena niat beli mencakup probabilitas bahwa konsumen
berencana untuk membeli produk tertentu (Lou & Yuan, 2019). Niat beli adalah
kecenderungan dan keinginan dalam diri konsumen yang memotivasi konsumen
untuk membeli suatu produk atau jasa (Putri & Roostika, 2021). Seseorang akan
cenderung memiliki niat untuk melakukan sesuatu jika kegiatan tersebut adalah
hal yang disukai. Niat tersebut akan membentuk perilaku seseorang yang
berhubungan dengan niat pembelian. Konsumen berpandangan bahwa seorang
influencer umumnya merupakan sumber informasi yang dapat dipercaya (Faizan
et al., 2019). Pandangan konsumen tentang kualitas keseluruhan suatu produk
atau layanan, yang berdasarkan pada niat beli, dapat menjadi faktor penentu dari
nilai produk atau layanan tersebut dan dapat mempengaruhi keputusan dan
loyalitas konsumen terhadap merek tersebut. Purchase intention timbul setelah
konsumen merasa tertarik dan ingin membeli produk yang dilihat (Nugroho et al.,
2022).
Pada konteks pemasaran influencer, penelitian sebelumnya telah
mengindikasikan bahwa sikap konsumen terhadap merek tertentu memiliki
dampak langsung terhadap niat pembelian. Pengambilan keputusan sebelum
melakukan niat pembelian juga harus mempertimbangkan beberapa faktor.
Menurut Ding et al., (2020) terdapat 5 faktor yang mendorong terjadinya
purchase intention: 1) Keinginan dalam mengetahui kejelasan produk, 2)
Mempunyai pertimbangan untuk membeli, 3) Ketertarikan untuk mencoba, 4)
Keinginan untuk mengenal produk lebih dalam, dan 5) Keinginan untuk memiliki
produk.