Jika didalam suatu organisasi mempunyai tingkat ketidakamannya itu tinggi
akan berdampak pada ketidaknyaman karyawan. perasaan yang tidak aman akan
membawa dampak pada job attitudes karyawan, penurunan komitmen, bahkan
keinginan untuk turnover yang semakin besar.
Menurut (Audina & Kusmayadi, 2018:87) Job Insecurity merupakan
ketidakpastian yang menyertai suatu pekerjaan yang menyebabkan rasa takut atau
tidak aman terhadap konsekuensi pekerjaan tersebut yang meliputi ketidakpastian
penempatan atau ketidakpastian masalah gaji serta kesempatan mendapatkan
promosi atau pelatihan.
Menurut (Saputra et al., 2017:808) Job Insecurity adalah kondisi psikologis
seseorang karyawan yang menunjukkan rasa bingung atau merasa tidak aman
dikarenakan kondisi lingkungan yang berubah-ubah. Kondisi ini muncul karena
banyaknya jenis pekerjaan yang sifatnya sesaat atau pekerjaan kontrak. Makin
banyaknya jenis pekerjaan dengan durasi waktu yang sementara atau tidak permanen,
menyebabkan semakin banyaknya karyawan yang mengalami Job Insecurity.
Menurut (Rahma, 2023:24) bahwa Job Insecurity merupakan sebuah kondisi
ketidakamanan dalam bekerja dengan tujuan untuk mempertahankan pekerjaannya
yang sedang dijalaninya walaupun dapat juga mengancam pekerjaannya tersebut.
Dari tiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Job Insecurity
merupakan kondisi psikologis yang dialami oleh karyawan akibat perasaan tidak
aman atau terancam dalam lingkungan kerja mereka. Perasaan ini dapat timbul dari
berbagai faktor, termasuk ketidakstabilan pekerjaan, perubahan kondisi lingkungan
kerja, serta jenis pekerjaan yang tidak permanen atau bersifat kontrak. Job Insecurity
mendorong karyawan untuk mencari alternatif pekerjaan lain yang lebih aman dan
stabil demi kelangsungan karir mereka
