Indikator kepuasan kerja berdasarkan teori dua faktor Herzberg (dalam
Dhania, 2010:18) yaitu :
1). Motivator Factor adalah menyangkut kebutuhan psikologis. Kebutuhan ini
meliputi serangkaia kondisi intrinsik, kepuasan pekerjaan yang apabila terdapat
dalam pekerjaan akan menggerakkan tingkat motivasi yang kuat, yang dapat
menghasilkan prestasi pekerjaan yang baik. Motivator factor ini berhubungan
dengan penghargaan terhadap pribadi yang secara langsung berkaitan dengan
pekerjaan. Motivator factor meliputi :
a) Prestasi (achievement)
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam
melaksanakan tugas-tugasnya atas kecakapan, usaha dan kesempatan.
b) Pengakuan (recognition)
Pengakuan adalah besar kecilnya pengakuan yang diberikan kepada tenaga
kerja atas hasil kerja.
c) Pekerjaan itu sendiri (the work itself)
Pekerjaan itu sendiri adalah berat ringannya tantangan yang dirasakan
seorang tenaga kerja dari pekerjaanya.
d) Tanggung jawab (responsibility)
Tanggung jawab adalah besar kecilnya yang dirasakan terhadap tanggung
jawab diberikan kepada seorang tenaga kerja.
e) Pengembangan potensi individu (advancement)
Pengembangan potensi individu adalah besar kecilnya kemungkinan
tenaga kerja berpeluang maju dalam pekerjaannya seperti naik pangkat.
2). Hygiene Factor adalah faktor pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat
manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah. Kebutuhan kesehatan ini
merupakan kebutuhan yang berlangsung terus menerus, karena kebutuhan ini akan
kembali pada titik nol setelah dipenuhi. Misalnya orang lapar akan makan,
kemudian lapar lagi, lalu makan lagi dan seterusnya. Hygiene factor meliputi :
a) Gaji (salaries)
Gaji adalah sebuah bentuk pembayaran atau sebuah hak yang diberikan
oleh sebuah perusahaan atau instansi kepada pegawai/karyawan.
b) Kondisi kerja (work condition)
35
Kondisi kerja adalah semua aspek fisik kerja, psikologis kerja dan
peraturan kerja yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan pencapaian
produktivitas kerja.
c) Kebijaksanaan dan administrasi perusahaan (company policy and
administration)
Kebijakan dan administrasi perusahaan adalah tingkat kesesuaian yang
dirasakan tenaga kerja terhadap semua kebijakan dan peraturan yang
berlaku dalam perusahaan.
d) Hubungan antar pribadi (interpersonal relation)
Hubungan antar pribadi adalah tingkat kesesuaian yang dirasakan dalam
berinteraksi antar tenaga kerja lain.
e) Kualitas supervisi (quality supervisor)
Kualitas supervisi adalah tingkat kewajaran supervisi yang dirasakan oleh
tenaga kerja
