Komitmen karyawan pada organisasi tidak terjadi begitu saja, tetapi
melalui proses yang cukup panjang dan bertahap. Steven dkk (dalam Dhita, 2014)
menjelaskan ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi komitmen pada
perusahaan, yaitu:
a. Atribut-atribut personal (personal atributs), seperti usia individu, jenis
kelamin, dan pendidikan;
b. Faktor organisasional (organizational factor), seperti besar kecilnya
organisasi dan sentralisasi otonomi;
c. Faktor-faktor yang berkaitan dengan peran (role related factor), seperti
beban pekerjaan dan keterampilan bawaan.
Sedangkan Allen dan Meyer (dalam Aamodt, 2004) merumuskan tiga
komponen yang mempengruhi komitmen sehingga karyawan memilih tetap atau
meninggalkan organisasi berdasarkan norma yang dimilikinya. Tiga komponen
tersebut adalah:
a. Affective commitment, berkaitan dengan adanya keinginan untuk terikat
pada organisasi karena keinginannya sendiri. Kunci dari komitmen ini
adalah want to. Dalam tipe komitmen ini, individu merasa adanya
kesesuaian antara nilai pribadinya dan nilai organisasi;
b. Continuance commitment, merupakan suatu komitmen yang didasarkan
pada kebutuhan rasional. Dengan kata lain komitmen ini terbentuk atas
dasar untung rugi, dipertimbangkan atas apa yang harus dikorbankan bila
akan menetap pada organisasi. Kunci dari komitmen tipe ini lebih
mendasarkan keterikatannya pada cost benefits analysis;
c. Normative commitment, adalah komitmen yang didasarkan pada norma yang
ada pada diri individu, berisi keyakinan individu akan tanggung jawab
terhadap organisasi. Individu merasa harus bertahan karena loyalitas. Kunci
dari komitmen ini adalah kewajiban untuk bertahan dalam organisasi (ought
to). Tipe ini dikarenakan nilai-nilai moral yang dimiliki individu secara
pribadi.
Streers (dalam Sopiah, 2008) menyatakan empat faktor yang
mempengaruhi komitmen seorang karyawan, antara lain:
a. Usia
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa semakin lanjut usia seseorang
maka akan semakin memiliki komitmen terhadap organisasinya;
b. Masa Kerja
Semakin lama masa kerja seseorang akan semakin tinggi komitmennya.
Karyawan yang sudah lama bekerja sudah terbiasa dengan kondisi iklim
organisasinya, dia akan merasa menjadi bagian dari organisasi tersebut setelah
melalui bertahun-tahun bekerja di perusahaan;
c. Motivasi Berprestasi
Semakin tinggi motivasi seseorang akan semakin terikat terhadap
organisasi, bahwa salah satu faktor yang menentukan komitmen seseorang adalah
adanya harapan yang besar pada pekerjaannya;
d. Tingkat Pendidikan
Sesorang yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih
cepat menguasai bidangnya.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi komitmen karyawan, yaitu adanya keinginan untuk terikat pada
organisasi karena keinginannya sendiri yang mengacu pada kebutuhan rasional
dan didasarkan pada norma yang ada pada diri individu serta berisi keyakinan
individu akan tanggung jawab terhadap organisasi yang berkaitan dengan usia,
masa kerja, motivasi berprestasi, dan tingkat pendidikan
