Pengendalian Labour Turnover


Menurut Mobley (2011;73) Pengendalian labour turnover adalah memanajemeni
pergantian karyawan secara efektif, mendorong terjadinya pergantian bila
pengendalian itu memberikan akibat-akibat akhir yang positif, dan mencarai jalan
untuk sebanyak mungkin mengurangi pergantian bila pergantian itu akan
mempunyai akibat-akibat akhir yang negatif. Hal-hal yang harus di manage dalam
proses manajemen adalah perekrutan serta seleksi karyawan, sosialisasi awal,
bobot/beban pekerjaan, praktik kompensasi, kepemimpinan dan penyeliaan,
perencanaan dan pengembangan karir, jadwal pekerjaan alternativ, dan peluang
atau kesempatan lain untuk memanajemeni pergantian karyawan secara efektif

  1. Perekrutan serta seleksi karyawan dan sosialisasi awal
    Wanous dalam Mobley (2012;74) berpendapat bahwa proses memasuki
    organisasi adalah proses menyesuaikan individu dan organisasi. Penyesuain
    ini di dasarkan atas bakat dan kemampuan individu yang memenuhi kriteria
    pekerjaan dan nilai-nilai, preferensi-preferensi, serta harapan-harapan
    individu yang sesuai dengan norma, kebijakan, praktik, sistem penggajian,
    serta syarat-syarat keorganisasian. Pada proses penyesuaian terdapat
    ancangan tradisonal yang di dasarkan atas pemerkiraan organisasi terhadap
    individunya yang berkaitan dengan syarat-syarat organisasi dan pekerjaan,
    salah satunya seperti ujian-ujian yang telah di bakukan, comtoh-contoh
    pekerjaan, wawancara, formulir-formulir pelamaran yang berbobot, catatan-
    catatan biodata. Bila di benarkandapat berupa teknik-teknik yang bermanfaat
    (Arvey dalam Mobley, 2012;75).
    Menurut Mobley (2012;77) Setelah memasuki organisasi sangat penting
    untuk membentuk sikap dan perilaku karyawan dengan cara :
    a. Di beri harapan-harapan yang tepat tentang apa yang di perlukan dalam
    pekerjaanya dan apa yang di harapkan oleh organisasi.
    b. Di beri suatu pengertian yang jelas mengenai kemungkinan-kemungkinan
    imbalan atau kompensasi
    c. Di beri bantuan menegakkan suatu sistem jaminan sosial di antara
    sesamanya, penyelia, dan orang lain.
  2. Beban atau bobot pekerjaan
    Mobley (2012;80) menggunakan analogi antara pekerjaan dan permainan golf
    untuk menggambarkan beberapa hal mengenai rancangan pekerjaan. Sejauh
    tujuan-tujuanya tidak jelas, umpan-baliknya tidak langsung atau tertunda-
    tunda, variasi kerja kecil akibat spesialisasi dan rutinitas, tanggung gugat,
    kebijakan dan pengendalian diri sudah sangat berkurang, maka permainan
    seperti golf, dan pekerjaan lainnya, akan menjemukan dan menekan jiwa bagi
    para individu yang mencari makna dan identitas. Tidak semua individu
    mengahrgai “pemerkayaan” pekerjaan dan rancang ulang setiap pekerjaan tidak
    selalu tepat. Masalahnya adalah bagaimana menyesuaikan kemampuan, minat,
    dan nilai-nilai individual secara efektif kepada kebutuhan tugas dan organisasi.
  3. Praktik Kompensasi
    Perbedaan penentuan gaji antar perusahaan memiliki hubungan dengan laju
    pergantian karyawan. Meskipun hubungan ini jauh dari menentukan dan tidak
    menunjukkan ramalan pergantian karyawan pada tingkat individual, jelaslah
    bahwa organisasi harus meneruskan pemerkiraan daya saing upah dan
    maslahat-maslahat organisasi itu di pasar tenaga kerja yang bersangkutan.
    Pemerikasaan manajerial untuk mengantisipasi dampak upah akan
    memungkinkan evaluasi yang tepat waktu terhadap strategi-strategi baru
    (Mobley, 2012;83).
  4. Kepemimpinan dan penyeliaan
    Penyelia adalah sumber utama informasi peran, harapan-harapan terhadap
    peran, umpan balik dan tunjagan sosial bagi karyawan baru dan kegiatan
    Penyelia adalah sumber utama informasi peran, harapan-harapan terhadap
    peran, umpan balik dan tunjagan sosial bagi karyawan baru dan kegiatan
    kegiatan penting penyeliaan yang menyangkut karyawan baru mencakup :
    a. membantu karyawan baru dengan memperkecik ketaksaan keadaanya yang
    baru, mengajar cara-car, norma-norma, dan jaringan komunikasi yang
    formal dan informal.
    b. Menjelaskan dan merundingkan tujuan dan imbalan baru sedikit demi
    sedikit mengukuhkan perkiraan-perkiraan yang makin dekat pada perilaku
    peran yang di harapkan.
  5. Perencanaan dan Pengembangan Karir
    Pergantian karyawan berhubungan dengan kepuasan yang sekarang dan
    harapan-harapan di masa depan, serta penilaian pekerjaan-pekerjaan dan peran-
    peran di dalam atau di luar organisasi. Bagi karyawan-karyawan yang
    menghargai pelatihan atau mengasah keterampilan dan kemampuan untuk
    meningkatkan prestasi mereka, pelatihan dan pengembangan yang di dukung
    organisasi dapat menambah kepuasan bagi karyawan terhadap pekerjaan.
    Meskipun para karyawan merasa puas dengan pekerjaannya yang
    sekarang, mereka mungkin keluar karena tidak mempunyai harapan akan
    mendapatkan peran yang memuaskan di masa yang akan datang. Penting untuk
    mengetahui bahwa suatu proses perencanaan dan pengembangan karir yang
    dapat bertahan, yang mencakup pemerkiraan bersama antara karyawan dan
    organisasi yang berkesinambungan mengenai kemungkinan-kemungkinan
    keberhasilan sepanjang berbagai jalan karir, dalam beberapa hal akan
    menggairahkan pergantian karyawan.
  6. Jadwal-jadwal kerja alternatif
    Regu-regu yang bergilir, regu-regu yang ridak di dasarkan pada hari-hari
    tertentu dan atau kebiasaan untuk bekerja sehari penuh mungkin menyebabkan
    beberapa individu mencari pekerjaan-pekerjaan lain, atau tidak melamar.
    Menurut nollen dalam Mobley (2012;98) Jam-jam kerja yang luwes dan pilihan
    di luar delapan jam kerja, lima hari kerja dalam seminggu, juga dapat berguna
    bagi perekrutan dan usaha menahan karyawan. Keluwesan dalam jam kerja dan
    kerja beregu itu sama sekali bukan merupakan kecenderungan yang lebih
    bersifat nasional, bagian terbesar organisasi-organisasi yang mengikuti
    organisasi organisai itu menyatakan kepuasan mereka.
  7. Peluang atau kesempatan lain untuk memanajemeni pergantian karyawan
    secara efektif
    a. Jaminan
    Organisasi-organisasi yang memperhatikan fluktuasi dalam tingkat-tingkat
    kekaryawanan mungkin mendapatkan kesulitan dalam mempertahankan
    karyawan-karyawan mereka karena mengakhawatirkan pemecatan. Dana
    jaminan atau patungan kerja dapat digunakan untuk menyangga beberapa
    dari dampak kecenderungan merosotnya keaadaan ekonomi, dan demikian
    membantu mengurangi kontribusi pergantian karyawan terhadap jaminan
    pekerjaan. Dengan demikian diperlukan penelaahan yang hati-hati
    terhadap implikasi ekonomi dari strategi seperti itu sebelum dilaksanakan.
    b. kondisi-kondisi kerja
    Keadaan fisik lingkungan kerja tidak dapat di abaikan. Peraturan,
    publisitas, dan kesadaran umum akan kondisi-kondisi keselamatan dan
    lingkungan yang bertambah, bersamaan dengan sarana pabrik di negara ini
    yang bertambah tua, membawa pada hipotesis bahwa kondisi kerja akan
    menjadi faktor yang makin penting dalam hal perekrutan dan usaha
    mempertahankan karyawan.
    c. Pembentukan tim
    Bobot pekerjaan, penyelia, tujuan organisasi dan lain-lain dapat menjadi
    sumber keikatan pada organisasi, demikian juga halnyadengan kelompok
    kerja karyawan dan kelompok kerja yang di perluas dengan siapa tiap-tiap
    karyawan berinteraksi.
    d. Sentralisasi
    Peninjauan yang di lakukan oleh Price dalam Mobley (2012;102)
    mengambil kesimpulan bahwa organisasi-organisasi yang sangat
    tersentralisasi lebih banyak mengalami pergantian karyawan. Hubunganya
    mungkin ada pada faktor-faktor seperti kurangnya autonomi, kurangnya
    keterlibatan dalam pengambilan keputusan, kurangnya waktu dalam
    menanggapai kebutuhan unit dan individu dan kurangnya pengendalian
    yangt tercapai.
    e. Komunikasi
    Price dalam Mobley (2012;102) mengemukakan bahwa komunikasi
    organisasi secara formal dan komunikasi yang di dasarkan atas penentuan
    tugas adalah faktor-faktor penentu pergantian karyawan. Mengembangkan
    umpan balik yang didasarkan atas penentuan tugas dan dijalankan secara
    langsung dan berulang-ulang serta saluran komunikasi formal yang
    bersifat ganda, berulang dan terpercaya adalah sasaran yang berharga.
    f. Keikatan Keorganisasian
    Kepercayaan individu dan tunjang terimanya terhadap tujuan dan nilai-
    nilai organisasi merupakan bagian terbesar dari keikatan organisasi.
    Pengenalan terhadap suatu tujuan dan nilai nilai seperti itu merupakan
    suatu pemustaan lain pada kelengkapan lain pada organisasi. Pengenalan
    ini dapat ditingkatkan melalui suatu perincian mengenai dasar pemikiran
    dari tujuan-tujuan dan niali-nilai organisasi, dan keterlibatan proses