Faktor Penyebab Terjadinya Labour Turnover

Ekonomi Extern
a. Tingkat-tingkat pemekerjaan pengangguran
Terdapat hubungan ang jelas antara laju labour turnover dan keadaan
ekonomi. March dan Simon mengemukakan bahwa “dalam hampir setiap
keadaan, satu-satunya peramal labour turnover yang paling tepat yakni
keadaan ekonomi” , price dalam meninjau pustaka tentang tingkatan-
tingkatan pemekerjaan dan laju labour turnover, tidak menemukan bukti-
bukti yang menyanggah hubungan ini.
b. Komposisi dan bauran angkatan kerja
Sisa dari abad ke duapuluh akan ditandai oleh suatu komposisi dan
bauran angkatan kerja yang berbeda sekali dengan dasawarsa
sebelumnya. Dewasa ini kita berada pada abad “kekurangan bayi” bukan
“kebanyakan bayi”, dan kependudukan mulai tua sebagai akibat ledakan
bayi sebelumnya. Sementara para ahli ekonomi secara aktif menganalisis
implikasi dari perubahan-perubahan ini. Menejemen dan kepustakaan
mengenai sumber daya manusia tidak memusatkan perhatiannya pada
jangkauan dan implikasi-implikasi perubahan itu. Drucker dalam Mobley
(2011;117) mengemukakan bahwa suatu perubahan penting yang akan
terjadi pada dasawarsa yang akan datang adalah struktur dan dinamika
angkatan kerja yang berubah-ubah. labour turnover pasti merupakan satu
implikasi penting dari komposisi dan bauran angkatan kerja yang
berubah-ubah.
c. Inflasi
Inflasi dapat mempengaruhi pergantian karyawan dan variabel-variabel
lainnya yang berkaitan dengan pergantian tersebut dengan banyak cara,
termasuk:
1) Mendorong penerima-penerima upah sekunder untuk memasuki pasar
tenaga kerja guna melengkapi penghasilan keluarga.
1) Mendorong pergantian karyawan sebagai suatu cara untuk melindungi
penghasilan.
2) Meniadakan keinginan akan pergantian karyawan yang melibatkan
mobilitas geografis karena biaya-biaya pindah
d. Tipe industri
Terdapat tanda-tanda variasi antar industri dalam hal laju labour
turnover. Namun karena laju industri tidak begitu sering di tabulasi
silangkan dengan jabatan, besar kecilnya sacara geografs atau variabel-
variabel relevan yang potensial lainnya, maka tidak dapat di berikan
perumusan umum yang tegas.

  1. Variabel-variabel keorganisasian
    Satu-satunya perumusan umum yang kuat dapat dibuat perihal kumpulan
    analisis mengenai variabel-variabel organissi adalah bahwa laju labour
    turnover itu lebih tinggi pada industri-industri yang membayar lebih kecil.
    Namun adapun yang dihubungkan dengan laju labour turnover yang lebih
    tinggi yaitu kelompok kerja yang lebih besar dan tingkat-tingkat keterampilan
    yang lebih rendah dikalangan tenaga kerja halus. Dan bahwa rutinitas atau
    pengulangan tugas, pertimbangan penyeliaan yang kurang banyak, banyaknya
    sentralisasi kurangnya keterpaduan, dan kurangnya komunikasi di hubungkan
    dengan laju labour turnover yang lebih tinggi.
  2. Variabel-variabel individu yang menyangkut pekerjaan
    a. Faktor-faktor demografik dan pribadi
    Satu-satunya kesimpualan kuat yang dapat kita tarik dari seperangkat
    variabel-variabel ini ialah bahwa usia dan masa jabatan mempunyai
    hubungan negatif yang taat asas dengan labour turnover. Ada bukti
    bahwa informasi biografis yang berbobot dapat bermanfaat tetapi harus
    dinilai silang. Selanjutnya terbatasnya jumlah penelitian mengenaisumber
    penyerahan tenaga kerja memberi kesan adanya hubungan yang
    bermanfaat, dengan sumber-sumber informal yang memperagakan
    labour turnover yang lebih kecil. Minat, bakat, dan kemampuan telah
    dihubungkan dengan labour turnover, tetapi jumlah, mutu, dan hasil-
    hasil penelitian seperti itu tidak cukup untuk membenarkan hubungan ini.
    Alhasil bukti-bukti mengenai labour turnover dan kepribadian, jenis
    kelamin, pendidikan, profesionalismne prestasi kerja, dan kemangkiran
    tetap tidak meyakinkan.
    b. Variabel-variabel terpadu
    Telah disarankan sejumlah variabel yang mencoba untuk memadukan
    perbedaan-perbedaan individual, cerapan berbagai segi keorganisasian,
    dan lingkungan ekstern. Variabel-veriabel ini mencankup kepuasan
    terhadap pekerjaan, aspirasi-aspirasi dan harapan karir, keikatan pada
    organisasi, tekanan jiwa, harapan-harapan yang menyangkut pekerjaan.
  3. Variabel-variabel individu yang tidak menyangkut pekerjaan
    Secara naluriah, keputusan individu untuk meninggalkan pekerjaan-pekerjaan
    kelihatannya bukan hanya melibatkan penilaian mengenai pekerjaannya yang
    sekarang dan mungkin juga yang akan datang baik di dalam maupun diluar
    organisasinya, tetapi juga penenilainnya mengenai variabel-variabel yang
    tidak berkenaan dengan pekerjaan seperti keluarga, pilihan-pilihan mengenai
    hal-hal yang santai, gaya hidup dan sebagainya.
    Hingga sekarang, sebagian besar dari penelitian-penelitian mengenai
    labour turnover telah memusatkan perhatin pada hal-hal yang umumnya
    disebut “tanggung jawab keluarga”. Ini merupakan suatu faktor yang
    kompleks yang diukur dengan berbagai cara, termasuk jumlah dan usia anak-
    anak, status perkawinan, dan sebagainya. Meskipun perumusan umum yang
    sederhana itu tidak mungkin, Mucinsky dan Tuttle mengemukakan bahwa ada
    satu hubungan yang positif antara tanggung jawab keluarga dan labour
    turnover, tetapi ini menjadi sederhana bila ditentukan apakah karyawan itu
    menjadi pencari nafkah utama atau hanya sebagai penunjang