Definisi Budaya Organisasi


Pengertian budaya dan organisasi secara parsial mempunyai
pengertian yang berbeda dan budaya organisasi sendiri mempunyai
pengertian yang berbeda pula. Budaya merupakan sebuah konsep
penting dalam memahamo sebuah masyarakat dan kelompok manusia
untuk jangka waktu yang lama. Budaya sendiri merupakan
kompleksitas atau asumsi akan tingkah lau, cerita, metafora, dan
bermacam-macam ide lainnya yang menjadi satu kolektif dalam
menentukan arti menjadi anggota masyarakat tertentu(Stoner, 1995).
Hofstede dalam Wilson Bangun (2012), mengartikan budaya
sebagai pemrogaman kolektif atas pemikiran yang membedakan
anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya. Maka
budaya dapat diartikan sebagai pola pikir dan perilaku efektif dan
efisien yang dilakukan secara berulang terus menerus untuk mencapai
tujuan. Karena efektif dan efisien juga diulang secara terus menerus
sehingga membentuk karakter (watak). Pola pikir yang diulang terus
menerus karena diyakini sebagai bentuk kebenaran maka akan
menjadikannya sebuah nilai (value) dan ideologi untuk diperjuangkan,
sedangkan pola perilaku yang berulang secara terus menerus maka
membentuk norma untuk mengatur, mengarahkan, dan mengendalikan
perilaku individu. Adapun konsep organisasi sendiri menurut Kast dan
James E. Rosenzweig (2002),bahwa organisasi diartikan sebagai
berikut:
1) Suatu subsistem dari lingkungan yang lebih luas
2) Segala pengaturan yang berorientasi pada sasaran orang dan tujuan
yang meliputi
3) Suatu subsistem teknik, dimana orang akan memakai pengetahuan,
teknik, peralatan, dan fasilitas
4) Suatu subsistem struktur, dimana orang akan bekerja sama dalam
aktivitas yang terpadu
5) Suatu subsistem psikososial, dimana adanya hubungan sosial
antara individu dengan individu lainnya
6) Subsistem manajerial perencanaan, pelaksanaan, pengawasan
dalam setiap segala usaha yang dilakukan
Organisasi yang dimaksud disini berkaitan dengan segi sosial,
karena subjeknya sendiri merupakan manusia yang disatukan oleh nilai-
nilai tertentu. Nilai tersebut merupakan esensi akan moralitas kehendak
untuk memenuhi tanggung jawab manusia, baik yang dilakukan dalam
lingkup organisasi formal maupun organisasi non formal.
Budaya organisasi adalah sebuah persepsi umum yang dipegang
oleh anggota organisasi, dan suatu sistem tentang kebeartian bersama
(Robbins, 2010). Sedangkan Mangkunegara (2009) budaya organisasi
merupakan seperangkat asumsi atau sistem akan keyakinan, nilai-nilai,
dan norma yang dikembangkan dalam organisasi lalu dijadikan sebagai
pedoman tingkah laku bagi anggota-anggota untuk mengatasi masalah
adaptasi internal dan eksternal.
Dalam pengertian lainnya budaya organisasi adalah sebagai
aturan main yang menjadi pegangan atau pedoman dari masyarakat
organisasi dalam menjalankan kewajibannya dan nilai-nilai untuk
berperilaku didalam organisasi. Budaya organisasi dibentuk untuk
dijadikan sebagai nilai-nilai, yang menjadi pedoman dalam berprilaku
dalam lingkup organisasi.
Dari beberapa definisi diatas maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa budaya organisasi sesungguhnya tumbuh karena diciptakan dan
dikembangkan oleh individu yang ada dalam organisasi, dan diterima
sebagai nilai (value) yang harus dipertahankan dan diturunkan kepada
setiap anggota organisasi baru. Nilai (value) tersebut digunakan sebagai
pedoman bagi setiap anggota dan dapat dianggap sebagai ciri khas yang
membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya