Kesadaran merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk
mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakanbagian dari
kategori produk tertentu (Humdiana, 2005). Konsumen akan cenderung membeli
merek yang sudah dikenal karena merasa aman dengan sesuatu yang sudah
dikenal (Humdiana, 2005). Dengan kata lain, sebuah merek yang dikenal
mempunyai kemungkinan bisa diandalkan, kemantapan dalam bisnis, dan kualitas
yang bisa dipertanggung-jawabkan..
Humdiana (2005) menyatakan bahwa kesadaran merek (brand awareness)
menciptakan nilai-nilai yaitu:
a. Jangkar tempat tautan berbagai asosiasi
Suatu produk atau layanan baru sudah pasti diarahkan untuk mendapatkan
pengenalan. Jarang sekali suatu keputusan pembelian terjadi tanpa pengenalan.
Pengetahuan mengenai berbagai bagian dan manfaat dari berbagai bagian dan
manfaat dari produk baru sangat sulit tanpa terlebih dahulu mendapatkan
pengakuan. Pengakuan merek merupakan langkah dasar pertama dalam tugas
komunikasi. Sebuah merek biasanya dikomunikasikan dengan menggunakan
atribut-atribut asosiasinya. Dengan tingkat pengenalan yang mapan, tugas
selanjutnya tinggal mencatelkan suatu asosiasi baru, seperti atribut produk.
b. Keakraban / rasa suka Pengakuan merek memberikan suatu kesan akrab, dan konsumen menyukai
sesuatu yang akrab. Terdapat hubungan yang positif antara jumlah penampakan
dan rasa suka, baik penampakan dalam bentuk abstraksi gambar, nama, musik,
dan lain-lain. Pengulangan penampakan bisa mempengaruhi rasa suka bahkan
tingkat pengenalan tidak terpengaruh
c. Tanda mengenai subtansi/komitmen
Kesadaran merek (brand awareness) bisa menjadi suatu sinyal dari
kehadiran, komitmen, dan subtansi sebuah merek produk. Jika merek dikenali,
pasti ada sebabnya, seperti: perusahaan telah mengiklankan secara luas,
perusahaan telah menggeluti bisnis tersebut dalam waktu lama, perusahaan
mempunyai jangkauan distribusi yang luas, dan merek tersebut berhasil
d. Mempertimbangkan merek
Langkah awal dalam proses pembelian biasanya adalah menyeleksi
sekumpulan merek untuk dipertimbangkan. Oleh karena itu, pengingatan kembali
merek (brand recall) menjadi penting. Pada umumnya, jika sebuah merek tidak
mencapai pengingatan kembali maka merek tersebut akan termasuk dalam proses
pertimbangan pembelian. Namun, konsumen biasanya juga akan mengingat mere-
merek yang sangat tidak mereka sukai. Dalam meraih kesadaran merek (brand
awareness), baik dalam tingkat pengenalan maupun dalam pengingatan kembali,
melibatkan dua tugas, yaitu mendapatkan identitas merek dan mengaitkannya
pada suatu kelas produk tertentu. Suatu pesan kesadaran merek hendaknya
memberi suatu alasan untuk diperhatikan dan dikenang atau menjadi berbeda dan
istimewa. Hal itu dapat ditempuh antara lain dengan, melibatkan slogan atau
jingle, membuat symbol atau logo, publisitas, menjadi sponsor kegiatan, dan
perluasan merek Membangun kesadaran merek (brand awareness) biasanya
dilkakukan dalam periode waktu yang lama karena penghafalan bisa berhasil
dengan repetisi dan penguatan. Dalam kenyataan merek-merek dengan tingkat
pengingatan kembali yang tinggi biasanya merupakan merek-merek yang berusia
tua (Humdiana, 2005).
