- Penilaian Merek
Penilaian merek menurut Philip Kotler dan Kevin Lane
Keller adalah Pemasar harus membedakan ekuitas merek
dengan penilaian merek (brand valuation), yaitu pekerjaan
memperkirakan nilai keuangan total dari merek. Kekuatan
merek terletak dalam pikiran konsumen dan cara merek
mengubah respons konsumen terhadap pemasaran, ada dua
pendekatan dasar untuk mengukur ekuitas merek. Pendekatan
tidak langsung menilai sumber ekuitas merek yang potensial
dengan megidentifikasi dan melacak struktur pengetahuan
merek konsumen. Pendekatan langsung menilai dampak
aktual pengetahuan merek terhadap respons konsumen pada
berbagai aspek pemasaran.
Penilaian merek menurut Armstrong dan kotler (2004)
mengemukakan bahwa terdapat lima kategori yang harus
diperhatikan dalam menilai ekuitas merek yaitu : - Brand Awareness
Kesadaran merek adalah kesanggupan seorang pembeli untuk
mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek
merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Kesadaran
merek membutuhkan jangkauan kontinum (continuum
ranging) dari perasaan yang tak pasti bahwa merek tertentu
telah dikenal dan menjadi keyakinan bahwa produk tersebut
merupakan satu-satunya dalam kelas produk yang berada
pada kategorinya. Jangkauan kontinum ini diwakili oleh 4
tingkat kesadaran merek, yaitu :
1) Top of Mind (puncak pikiran) yaitu merek produk yang
pertama kali disebutkan oleh konsumen secara spontan
dan menempati tempat khusus/istimewa di benak
konsumen.
2) Brand Recall (pengingatan kembali merek),
mencerminkan merek-merek apa saja yang diingat
konsumen setelah menyebutkan merek yang pertama kali
disebut. Dimana merek-merek yang disebutkan kedua,
ketiga dan seterusnya merupakan merek yang menempati
brand recall dalam benak konsumen.
3) Brand Recognition (pengenalan merek) merupakan
tingkat minimal dari kesadaran merek yang merupakan
pengenalan merek dengan bantuan, misalnya dengan
bantuan daftar merek, daftar gambar, atau cap merek.
Dan merek yang masuk dalam ingatan konsumen disebut
brand recognition.
4) Unware of Brand (tidak menyadari merek) merupakan
tingkatan merek yang paling rendah dalam piramida
brand awareness, dimana konsumen tidak menyadari
akan eksistensi suatu merek. Peran brand awareness
terhadap brand equity dapat dipahami dengan membahas
bagaimana brand awareness menciptakan suatu nilai.
Penciptaan nilai ini dapat dilakukan dengan banyak cara,
antara lain :
a. Anchor to Other Association Which Can be
Attached
Pada dasarnya suatu merek dapat memiliki
hubungan dengan hal-hal lain.
b. Familiarity–Liking
Suatu upaya mengenalkan sebuah merek dengan
cara menimbulkan suatu hal yang familiar. Suatu
kebiasaan dapat menimbulkan keterkaitan
kesukaan yang kadang-kadang dapat berpengaruh
dalam membuat keputusan.
c. Substance/Commitment
Kesadaran akan merek dapat menandakan
keberadaan, komitmen, dan inti yang sangat
penting bagi suatu perusahaan.
d. Brand to Consider
Penyeleksian suatu kelompok merek yang telah
dikenal sebagai suatu upaya mempertimbangkan
merek mana yang akan diputuskan untuk
digunakan. Keputusan pemilihan ini biasanya
dipengaruhi oleh ingatan konsumen terhadap
merek yang paling diingat. Humdiana (2012)
mendefinisikan kesadaran merek sebagai
kesanggupan seorang calon pembeli untuk
mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu
merek merupakan bagian dari kategori produk
tertentu
