Menurut Buil et al., (2013) kesadaran merek merupakan tahap pertama
untuk menciptakan ekuitas merek. Aulia & Briliana, n.d. (2017) mendefinisikan
kesadaran merek sebagai kemampuan konsumen untuk melakukan pembelian
dengan mengenali atau mengingat merek secara detail. Kesadaran merek juga
berkaitan dengan jejak merek dalam memori, dimana hal ini dapat menjadi tolak
ukur seseorang dalam mengidentifikasi merek dalam kondisi yang berbeda.
Brewer & Zhao (2010) dalam Shabbir et al., (2017) berpendapat jika konsumen
mendengar atau melihat tentang merek, konsumen dapat mengetahui merek
dengan baik. Merek yang menjadi pertimbangan serius untuk dibeli dapat
meningkatkan kesadaran merek dan memungkinkan merek tersebut masuk dalam
bahan pertimbangan.
Cara komunikasi pemasaran yang berharga seperti telepon data, telepon
online, dan iklan media, konsumen dapat memperoleh kesadaran merek. Hal ini
dikarenakan memberikan pernyataan tentang kelebihan produk dan keandalannya
yang membantu meminimalkan ancaman dalam penilaian dan pilihan produk saat
konsumen membeli produk, menurut Rubio et al., (2014). Menurut Aaker (2013) menyatakan kesadaran merek memiliki tempat tertentu dalam memori atau benak
konsumen untuk menciptakan sebuah nilai. Berikut ini adalah tingkatan kesadaran
merek konsumen terhadap merek suatu produk dari tingkat terendah sampai
dengan tingkatan tertinggi
a. Unaware of brand
Tingkatan ini merupakan tingkatan terendah dalam piramida kesadaran merek.
Pada tingkat ini, konsumen tidak menyadari keberadaan suatu merek pada
suatu kategori produk.
b. Brand recognition
Tingkat kedua yaitu brand recognition, dimana pada tingkat ini merupakan
tingkat minimal kesadaran merek konsumen terhadap suatu merek. Pada saat
seorang konsumen memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian,
brand recognition menjadi sesuatu yang penting.
c. Brand recall
Brand recall atau bisa disebut sebagai pengingat kembali terhadap merek,
didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu
dalam suatu kelas produk.
d. Top of mind
Faktor utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen adalah
merek. Tingkat ini terjadi ketika responden ditanya secara langsung tanpa
diberi petunjuk untuk mengingat. Merek yang disebutkan pertama kali
merupakan top of mind, dimana responden dapat menyebutkan suatu nama
merek dari berbagai kategori produk tertentu
