Signally Theory


Menurut Wolk dalam (Serang & Pontoh, 2011), Teori sinyal menjelaskan
mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan
keuangan pada pihak eksternal. Dorongan perusahaan untuk memberikan
informasi karena terdapat asimetris informasi antara perusahaan dan pihak luar.
Kurangnya informasi pihak luar mengenai perusahaan menyebabkan mereka
melindungi diri dengan memberikan harga yang rendah untuk perusahaan.
Perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengurangi informasi
asimetris. Salah satu cara untuk mengurangi informasi asimetris adalah dengan
memberikan sinyal pada pihak luar. Salah satunya berupa informasi keuangan
yang dapat dipercaya dan akan mengurangi ketidakpastian mengenai prospek
perusahaan yang akan datang. Teori sinyal mengemukakan bagaimana seharusnya
sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal
ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk
merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi
lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik dari pada perusahaan
lain.
Laporan keuangan yang mencerminkan kinerja baik merupakan sinyal
atau tanda bahwa perusahaan telah beroperasi dengan baik. Sinyal baik akan
direspon dengan baik pula oleh pihak luar, karena respon pasar sangat tergantung
pada sinyal fundamental yang dikeluarkan perusahaan. Investor hanya akan
menginvestasikan modalnya jika menilai perusahaan mampu memberikan nilai
tambah atas modal yang diinvestasikan lebih besar dibandingkan jika
menginvestasikan di tempat lain. Untuk itu, perhatian investor diarahkan pada
laba perusahaan yang tercermin dari laporan keuangan yang diterbitkan
perusahaan.
Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis
karena menyajikan keterangan, catatan atau gambaran baik untuk keadaan masa
lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup
suatu perusahaan. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu sangat
diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis pengambilan
keputusan investasi Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman
akan memberikan sinyal baik (good news) atau sinyal buruk (bad news) bagi
investor dalam pengambilan keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut
mengandung sinyal baik, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu
pengumuman tersebut diterima oleh pasar (Cecilia; Rambe, S; Torong;, 2015).
Hubungan baik akan terus berlanjut jika pemilik ataupun investor puas
dengan kinerja manajemen, dan penerimaan sinyal juga menafsirkan sinyal
perusahaan sebagai sinyal yang positif. Hal ini jelas bahwa pengukuran kinerja
keuangan perusahaan merupakan hal yang penting dalam hubungan anatara
manajemen dengan pemilik ataupun investor