Rumus Market to Book ratio


Rumus dalam mencari Market to Book Ratio adalah :
Market to book ratio seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu
perusahaan. Jika nilai market to book ratio semakin besar mengindikasikan pasar
percaya akan prospek perusahaan tersebut pada masa mendatang dan implikasinya
adalah harga saham perusahaan akan naik, demikian juga sebaliknya.
Nilai pasar (market value) berbeda dengan nilai buku. Jika nilai buku
merupakan nilai yang dicatat pada saat saham dijual oleh perusahaan, maka nilai pasar
adalah harga saham yang terjadi di pasar bursa pad saat tertentu yang ditentukan oleh
pelaku pasar (Jogiyanto,1998:88).
Nilai buku atau ekuitas per lembar saham biasa, ditentukan oleh akuntan
sebagai jumlah aktiva yang dinilai menurut harga perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan, dikurangi semua modal pinjaman, dikurangi lagi dengan klaim pemegang
saham preferen dan jumlahnya dibagi dengan saham yang beredar. Di sisi lain, Nilai
pasar merupakan fungsi dari kas yang diperkirakan akan diterima para pemegang saham
di masa yang akan mendatang ( Weston dan Brigham,1990:38)
Harga pasar (market value) sendiri adalah nilai setiap aktiva atau kumpulan
aktiva pada saat diperdagangkan dalam pasar yang terorganisasi atau di antara pihakpihak swasta dalam suatu transaksi tanpa beban dan tanpa paksaan (Helfert E.A
(1993:234)). Nilai pasar tentu saja dapat diciptakan melalui transaksi-transaksi
perorangan apabila tidak tersedia pasar yang terorganisasi. Nilai pasar juga sering
dipergunakan di dalam penilaian persediaan dan di dalam analisis penenaman modal,
untuk menilai penghasilan yang diperoleh pad masa yang akan datang.
Nilai buku (book value) adalah suatu nilai yang disusun berdasar sejarahnya, di
mana pada suatu saat tertentu, mungkin merupakan nilai ekonomi untuk perusahaan
yang bersangkutan, akan tetapi sejalan dengan waktu dan perubahan-perubahan
ekonomi yang terjadi akan makin menyimpangkan nilai tersebut. Dan nilai buku per
saham (net book per share) adalah aktiva bersih (net assets) yang dimiliki oleh
pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham (Jogiyanto,1998:82)