Pasar Modal


Pasar modal pada hakikatnya adalah jaringan tatanan yang
memungkinkan pertukaran klaim jangka panjang, penambahan financial
assets (dan hutang) pada saat yang sama, memungkinkan investor untuk
mengubah dan menyesuaikan portofolio investasi (melalui pasar sekunder).
Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lloyd, 1976), adalah
meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan
“kriteria pasarnya” secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil
ekonomi secara keseluruhan.
Definisi secara umum pasar modal adalah suatu sistem keuangan
yang terorganisasi, termasuk di dalamnya adalah bank-bank komersial dan
semua lembaga perantara di bidang keuangan serta keseluruhan surat-surat
berharga yang beredar. Sedangkan secara sempit pasar modal adalah suatu
pasar (tempat berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan
saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan
memakai jasa perantara perdagangan efek (Sunariyah, 1997).
Menurut Sunariyah (1997) Investasi dalam pasar perdana di pasar
modal dapat dilakukan pada jenis pasar modal sebagai berikut:

  1. Pasar Perdana (Primary Market)
    Pasar perdana adalah penawaran saham dari perusahaan yang
    menerbitkan saham (emiten) kepada investor selama waktu yang
    ditetapkan oleh pihak yang menerbitkan sebelum saham tersebut
    diperdagangkan di pasar sekunder. Pasar perdana merupakan pasar
    yang memperdagangkan saham-saham dan sekuritas lain yang yang
    dapat dijual untuk pertama kalinya sebelum saham tersebut dicatat di
    bursa. Dalam menjual sekuritasnya, perusahaan umumnya
    menggunakan jasa profesional dan lembaga pendukung pasar modal,
    untuk membantu menyiapkan berbagai dokumen serta persyaratan yang
    diperlukan untuk go public. Penjamin yang ditunjuk oleh perusahaan
    akan membantu dalam penentuan harga perdana saham serta membantu
    memasarkan sekuritas tersebut ke calon investor.
  2. Pasar Sekunder (Secondary Market)
    Pasar sekunder didefinisikan sebagai perdagangan saham setelah
    melewati masa penawaran. Jadi pasar sekunder merupakan pasar
    dimana saham dan sekuritas lain diperjualbelikan secara luas, setelah
    memasuki masa penjualan di pasar perdana. Harga saham di pasar
    sekunder ditentukan oleh permintaan dan penawaran antara penjual dan
    pembeli. Besarnya permintaaan dan penawaran dipengaruhi oleh dua
    faktor, yaitu pertama faktor internal perusahaan, merupakan faktor yang
    berhubungan dengan kebijakan internal perusahaan sebagai kinerja
    yang telah dicapai misalnya pendapatan per lembar saham, besarnya
    dividen yang dibagikan, kinerja manajemen perusahaan, prospek
    perusahaan di masa yang akan datang. Kedua, faktor eksternal
    perusahaan yaitu, hal-hal lain diluar kemampuan perusahaan atau diluar
    kemampuan manajer untuk mengendalikan. Misalnya, gejolak politik
    suatu negara, perubahan kebijakan moneter, dan laju inflasi yang tinggi.
    Pasar modal sebagai alternatif menghimpun dana dan sebagai sarana
    investasi banyak memberikan manfaat, tidak hanya kepada emiten, tetapi
    juga bagi pihak-pihak lain seperti pemodal, lembaga penunjang, dan
    pemerintah. Menurut (Sunariyah, 1997) manfaat pasar modal adalah:
  3. Bagi Emiten
    a. Tidak ada convenand (perjanjian) sehingga manajemen dapat
    bebas (mempunyai kebebasan) dalam mengelola dana yang
    diperoleh perusahaan.
    b. Jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas.
    c. Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga akan memperbaiki citra
    perusahaan.
    d. Jumlah dana yang dapat dihimpun berjumlah besar dan dapat
    sekaligus diterima oleh emiten di pasar perdana.
  4. Bagi Investor
    a. Nilai investasi tersebut tercermin dari perubahan harga saham yang
    diharapkan akan menjadi capital gains.
    b. Pemegang saham atau investasi akan mendapatkan dividen dan
    pemegang saham obligasi akan mendapatkan bunga tetapi setiap
    periode.
    c. Dapat melakukan pergantian dan kombinasi surat berharga
    sehingga dapat mengurangi resiko dan meningkatkan keuntungan.
  5. Bagi Lembaga Penunjang
    Berkembangnya pasar modal akan mendorong perkembangan lembaga
    penunjang menjadi lebih profesional dan memberikan pelayanan
    sesuai dengan bidang masing-masing.
  6. Bagi Pemerintah
    Pembangunan yang makin pesat memerlukan dana yang makin besar
    pula. Perkembangan pasar modal merupakan alternatif lain dalam
    pemanfaatan potensi masyarakat sebagai sumber pembiayaan