Harga saham


Menurut Brigham Houston (2010), bahwa harga saham adalah
menentukan kekayaan pemegang saham diterjemahkan menjadi maksimalkan
harga perusahaan. Harga saham pada suatu waktu tertentu akan bergantung pada
arus kas yang diharapkan diterima dimasa depan oleh investor “rata-rata” jika
investor membeli saham.
Harga saham adalah pembagian antara modal perusahaan dan jumlah
saham yang diterbitkan harga saham merupakan alat untuk memperkirakan
prospek keuntungan yang diharapkan oleh investor. Harga saham dipengaruhi
oleh kondisi ekonomi secara umum dan persepsi pasar terhadap kondisi
perusahaan saat ini, juga persentasi yang diharapkan dimasa yang akan datang.
Harga pasar terdiri dari harga pembukaan (open price), harga tertinggi (high
price), dan harga penutupan (close price).(Dominic, 2009).
Harga saham dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Harga nominal
    Harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh
    emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan.Besarnya
    harga nominal memberikan arti penting saham karenaa dividen minimal
    biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal.
    18
  2. Harga perdana
    Harga ini merupaakan harga pada waktu harga saham tersebut
    dicatat dibursa efek.Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan
    oleh penjamin dan emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian
    akan diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada
    masyarakat biasanya untuk menentukan harga saham perdana.
  3. Harga pasar
    Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan
    investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di
    bursa. Transaksi disini tidak lagi melibatkan emiten dari penjamin emisi
    harga ini yang disebut sebgai harga dipasar sekunder dan harga inilah
    yang benar-benar mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada
    transaksi sekunder, kecil sekali terjadi negoisasi harga investor dengan
    perusahaan penerbit . harga yang setiap hari diumumkan disurat kabar
    atau media lain adalah harga saham.
    Terdapat 6 kondisi dan situasi yang menentukan suatu saham akan
    mengalami fluktuasi, yaitu:
    a. Kondisi makro dan mikro ekonomi.
    b. Kebijakan perusahaan dalam memutuskan untuk ekspansi (perluasan
    usaha).
    c. Pergantian direksi secara tiba-tiba.
    d. Adanya direksi atau pihak komisaris perusahaan yang terlibat tindak
    pidana dan kaussnya sudah masuk kepengadilan.
    e. Kinerja perusahaan yang terus mengalami penurunan dalam setiap
    waktunya.
    f. Resiko sistematis, yaitu suatu bentuk resiko yang terjadi secara
    menyeluruh dan telah ikut menyebabkan perusahaan ikut terlibat.
    g. Efek dari psikologi pasar yang ternyata mampu menekan kondisi.
    (Fahmi, 2009