Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham


Harga saham tidak sendiri berubah begitu saja terdapat berbagai faktor
yang mengakibatkan harga saham berubah naik atau turun. Faktor yang
makroekonomi dan faktor mikro ekonomi merupakan faktor yang menyebabkan
harga saham terpengaruh. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Makroekonomi
    Faktor makro ekonomi merupakan faktor yang berada diluar
    peusahaan. Faktor makro yang memiliki pengaruh terhadap kinerja harga
    saham perusahaan yaitu:
    a. Tingkat bunga umum domestik
    Suku bunga deposito yang meningkat akan mendorong investor
    untuk menjual saham yang mereka memiliki dan menanamkan hasil
    penjualan saham tersebut kedalam deposito. Penjualan saham secara
    besar-besaran ini akan menyebabkan harga saham jatuh. Sebaliknya
    menurunnya tingkat bunga pinjaman atau tingkat bunga deposito akan
    menaikkan harga saham dipasar bursa. Penurunan tingkat bunga umum ini
    akan menyebabkan para investor secara beramai-ramai membeli saham.
    Hal inilah yang menyebabkan harga saham akan ikut meningkat akibat
    meningkatnya permintaan saham.
    b. Tingkat inflasi
    Inflasi yang tinggi akan membuat banyak perusahaan mengalami
    kesulitan keuangan dan bahkan mengalami kebangkrutan. Jadi, inflasi
    yang tinggi akan menyebabkan harga saham jatuh dan inflasi yang rendah
    juga mengakibatkan harga saham bertumbuh dan bergerak lamban.
    c. Peraturan perpajakan
    Peraturan perpajakan yang mengatur pajak badan yang tinggi akan
    menyebabkan laba bersih turun. Hal ini disebabkan dalam laporan laba
    rugi, pajak merupakan biaya sebelum dihasilkannya laba bersih. Padahal
    investor tertarik akan laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan
    sehingga harga saham pun akan turun.
    d. Kebijakan pemerintah
    Bergagai macam kebijakan yang dibuat pemerintah dapat
    mempengaruhi kinerja perusahaan. Misalnya saja, larangan ekspor
    tembaga ke luar negeri. Jika kebijakan larangan ini dijalankan, maka
    perusahaan tembaga akan mengalami kelesuhan penjualan sebab
    pendapatan perusahaan yang berasal dari luar negeri menurun dan
    perusahaan hanya bergantung dari penjualan dalam negeri. Padahal,
    penjualan luar negerilah yang lebih menghasilkan banyak keuntungan
    karena tembaga dijual dengan harga yang tinggi. Kelesuan penjualan ini
    akan menimbulkan reaksi dikalangan investor sehingga harga sahampun
    akan menurun.
    e. Kurs valuta asing
    Kenaikan kurs US$terhadap Rupiah akan berdampak negatif
    terhadap emiten yang memiliki hutang dalam satuan US$. Emiten harus
    membayar Rupiah yang lebih besar untuk dapat melunasi hutangnya. Jika
    kebutuhan emiten terhadap Rupiah semakin besar, maka harta perusahaan
    yang memiliki untuk membayar hutangnya akan semakin menipis. Hal ini
    akan menyebabkan reaksi investor terhadap saham memburuk. Harga
    saham akan jatuh dan emiten akan kesulitan untuk membayar
    pengembalian atas saham yang dimiliki investor.
    f. Tingkat bunga pinjaman luar negeri
    Perubahan suku bunga luar negeri akan menyebabkan harga saham
    bereaksi. Emiten yang memiliki hutang luar negeri akan selalu
    memperhatikan besarnya suku bunga hutang luar negerinya. Semakin
    besar suku bunga hutang luar negeri, maka emiten membutuhkan lebih
    banyak dana untuk melunasi hutang tersebut dan kepercayaan investor
    terhadap emitenpun akan menurun sehingga menyebabkan harga
    saham juga menjadi turun.
    g. Kondisi ekonomiinternasional
    Jika emiten bergerak dibidang ekspor impor, maka ada negara
    tujuan utama ekspor emiten tersebut. Misalnya saja, jika Amerika Serikat
    adalah tujuan utama ekspor, maka emiten akan sangat bergantung pada
    kemajuan dan kemunduran ekonomi Amerika Serikat. Salah satu indikator
    kemajuan dan kemunduran ekonomi Amerika Serikat adalah indeks harga
    saham gabungan yang tercatat di Bursa Efek Amerika Serikat (misal.
    NYSE). Jika AS mengalami kemajuan ekonomi dilihat dari IHSG-nya
    (misalnya. Dow JonesIndex), maka kinerja ekspor emiten akan meningkat
    sehingga investor akan tertarik berinvestasi pada emiten tersebut dan
    harga saham emiten akan naik.
  2. Faktor Mikro ekonomi
    Faktor mikro ekonomi merupakan faktor yang berasal dari
    lingkungan internal perusahaan dan berupa rasio-rasio keuangan. Untuk
    menentukan nilai atau harga saham, kita harus memprediksikan berapa harga
    saham pada akhir satu periode tertentu dan besarnya deviden pada akhir
    periode. Rumus yang dapat digunakan sebagai berikut:
    PO =( )
    (
    Keterangan:
    P : Nilai atau harga saham
    P1 : Harga pada sutau periode yang akan dating
    D1 : Deviden kas yang dibayarkan pada akhir periode
    R : Tingkat keuntungan yang disyaratkan pasar atas investasi
    tersebut.(Sudana, 2011)