Harga Saham


Harga saham merupakan nilai sekarang dari arus kas yang akan diterima oleh pemilik
saham dikemudian hari. Harga saham adalah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh
bukti penyertaan atas pemilik suatu perusahaan.
Nilai pasar dari sekuritas merupakan harga pasar dari sekuritas itu sendiri. Untuk
sekuritas yang diperdagangkan dengan aktif, nilai pasar merupakan terakhir yang
dilaporkan pada saat sekuritas terjual.
a. Nilai Saham Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan fungsi nilai suatu saham terbagi atas tiga jenis yaitu:

  1. Par Value ( Nilai Nominal)
    Merupakan nilai yang tercantum pada saham untuk tujuan akuntansi. Jumlah
    saham yang dikeluarkan perusahaan dikalikan dengan nilai nominalnya
    merupakan modal disetor penuh bagi suatu perseorangan dalam pencatatan
    akuntansi nilai nominal dicatat sebagai modal perusahaan didalam neraca.
  2. Base Price ( Harga Dasar)
    Merupakan harga perdana yang dipergunakan dalam perhitungan indeks harga
    saham. Untuk menghitung nilai dasar dikalikan total saham yang beredar.
  3. Market Price ( Harga Pasar)
    Merupakan harga suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung atau jika
    pasar ditutup ( Closing Price), harga pasar inilah yang menyatakan naik
    turunnya suatu saham dan setiap hari diumumkan.
    b. Penilaian Harga Saham
    Model penilaian harga saham yang sering digunakan dalam analisis saham yaitu :
  4. Pendekatan present value
    Dalam pendekatan nilai saat ini dari suatu saham adalah sama dengan present
    value arus kas yang diharapkan akan diterima oleh pemilik saham tersebut. Dividen
    merupakan arus kas bagi pemegang saham. Model ini dikembangkan menjadi dua
    model pendekatan yaitu :
    a. Model tanpa pertumbuhan dividen ( The Zero Growt Model)
    Model ini didasarkan pada asumsi :
  5. Keuntungan tidak berubah setiap tahunnya
  6. Semua keuntungan dibagikan sebagai dividen
    Sehingga harga saham dirumuskan :
    P0 =𝐷
    𝑟
    Dimana :
    P0 = Harga Saham ( Nilai Intrinsik)
    D = Dividen
    r = Required rate of return ( Tingkat keuntungan yang dianggap relevan atau
    diharapkan)
    b. Model pertumbuhan Konstan ( Constant Growth Model )
    Model ini di dasarkan pada asumsi :
  7. Tidak semua laba dibagikan
  8. Laba ditahan diinvestasikan kembali
    Sehingga harga saham dirumuskan pada asumsi :
    Po =𝐷𝑖
    𝑟 − 𝑔
    Dimana :
    P0 = Harga saham ( Nilai Intrinsik)
    Di = Dividen pada periode i
    r = Required rate of return
    g = Growth of rate
  9. Pendekatan Price Earning Ratio (PER)
    Dalam pendekatan ini harga saham ( nilai intrinsik) dirumuskan sebagai berikut :
    P0 = EPSi X PER
    Dimana :
    P0 = Harga Saham
    EPS = Earning Per Share
    PER = Price Earning Ratio