Menurut (Faitullah, 2016) Earning Per Share (EPS) merupakan
laba yang didapati dari satu lembar saham. Nilai ini adalah bentuk
pendapatan atau pemberian keuntungan yang diberikan kepada
investor pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki.
Investor akan mengharapkan keuntungan dari tiap investasi yang telah
dilakukan dan akan fokus dalam memperhatikan keuntungan
perusahaan tiap tahunnya. Nilai Earning Per Share (EPS) dapat
memperlihatkan sejauh mana perusahaan mampu meningkatkan laba
perusahaannya tersebut. Hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap
harga saham, dikarenakan jika perusahaan tiap tahunnya dapat
meningkatkan Earning Per Share (EPS), maka akan menarik minat
investor untuk melakukan investasi di perusahaan tersebut, dan juga
permintaan atas saham perusahaan meningkat yang menyebabkan
terjadinya peningkatan harga saham, begitupun sebaliknya. Rasio ini
mampu mengukur bagaimana pasar modal (para pemodal) menilai
suatu perusahaan. Perusahaan yang menghasilkan laba yang sama,
belum tentu mencerminkan memiliki penilaian pasar yang sama.
Sama halnya perusahaan yang memiliki nilai buku ekuitas yang sama,
belum tentu memiliki nilai pasar yang sama. Rasio nilai pasar ini
terdiri dari;
a. Price Earning Ratio (PER), membandingkan harga saham per
lembar (yang ditentukan di pasar modal) dengan laba per lembar
saham (Earning Per Share).
b. Market to Book Value Ratio (MBV), membandingkan antara
harga per lembar saham dengan nilai buku per lembar.
Menurut Kamaludin (2011), kekurangan dari informasi analisis
rasio ini adalah;
- Rasio keuangan didasarkan atas informasi akuntansi yang
dihasilkan dari prinsip-prinsip akuntansi yang dianut perusahaan,
sedangkan data tersebut bisa ditafsirkan dengan berbagai macam
cara dan bahkan bisa dimanipulasi. - Rasio keuangan dapat mencerminkan suatu kondisi yang luar
biasa di masa lampau, sebagai contoh penjualan meningkat
200%. Jika lebih lanjut tidak diteliti dengan data pendukung,
maka hasilnya akan bias
