Model Perilaku Konsumen


Perilaku konsumen merupakan aktivitas langsung atau terlibat dalam
memperoleh dan menggunakan barang-barang ataupun jasa, termasuk dalamnya
proses pengambiilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-
tindakan tersebut. Kotler dan Keller (2016:32) menyatakan bahwa “Consumer
buyer behavior refers to the buying behavior of final cunsomer, individuals and
households who buy goods and service for personal consumtion”. Untuk
mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen, maka aspek-aspek yang
mempengaruhi konsumen secara individu seperti persepsi, cara memperoleh
informasi, sikap, demografi, kepribadian dan gaya hidup konsumen perlu dianalisis.
Perilaku konsumen bertujuan untuk mengetahui dan memahami berbagai
aspek yang ada pada konsumen, yang akan digunakan dalam menyusun strategi
pemasaran yang berhasil. Definisi tersebut dapat dikatakan bahwa perilaku
konsumen adalah melihat perilaku dari tiap individu, rumah tangga ataupun
organisasi tentang bagaimana mereka berproses sebelum memutuskan untuk
melakukan pembelian, serta tindakannya setelah memperoleh dan mengkonsumsi
produk, jasa atau ide.
Berdasarkan pada definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku
konsumen adalah perilaku dari tiap individu dalam proses pengambilan keputusan
sampai harapan untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Berbicara mengenai perilaku konsumen, pada akhirnya akan sampai pada
bagaimana implikasinya terhadap langkah-langkah strategi pemasaran. Dengan
perkataan lain, mempelajari perilaku konsumen bertujuan untuk mengetahui dan
memahami berbagai aspek yang ada pada konsumen, yang akan digunakan dalam
menyusun strategi pemasaran yang berhasil. Oleh karena itu, kerangka berpikir dari
pembahasan perilak konsumen harus didasarkan pada tujuan tertentu. Danang
Sunyoto (2014) menjelaskan tentang komponen pusat dari model ini adalah
pembuatan keputusan konsumen yang terdiri dari atas proses merasakan dan
mengevaluasi informasi merek produk, mempertimbangkan bagaimana alternatif
merek dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan akhirnya memutuskan merek apa
yang akan dibeli