Klasifikasi Produk


Selain tingkatan produk, klasifikasi produk juga sangat penting untuk
dipahami oleh produsen dalam menciptakan suatu produk yang nantinya akan
bermanfaat bagi konsumen. Kotler dan Keller (2012:29) yang dialih bahasakan oleh
Bob Sabran mengklasifikasikan produk yang dibagi berdasarkan tipe konsumen
yang menggunakannya yaitu produk konsumen dan produk industri, berikut adalah
penjelasan yang lebih detailnya :

  1. Consumer goods, yaitu produk yang dibeli dengan tujuan untuk
    konsumsi pribadi atau digunakan untuk penggunaan akhir. Dari
    pemasar, biasanya mengelompokan barang-barang ini berdasarkan atas
    kebiasaan konsumen berbelanja. Menurut consumer goods dapat dibagi
    lagi, yaitu:
    a. Convenience goods, yaitu barang-barang konsumsi dan jasa
    yang biasanya sering dan segera dibeli pelanggan dengan usaha
    perbandingan dan pembelian yang minimum. Contoh: makanan
    dan minuman.
    b. Shopping goods, yaitu barang-barang dalam proses pemilihan
    dan pembeliannya dibandingkan dengan barang lain yang sejenis
    berdasarkan merek, kesesuaian, mutu, harga dan model. Contoh:
    perabotan rumah tangga dan mobil bekas.
    c. Speciality goods, yaitu barang dengan karakteristik yang unik
    atau memiliki identifikasi merek yang kuat sehingga konsumen
    berusaha lebih keras dalam usaha pembeliannya. Contoh: mobil
    mahal dan perlengkapan fotografi yang mahal.
    d. Unsought goods, yaitu barnag yang tidak diketahui oleh
    konsumen atau tahu tetapi tidak terpikirkan untuk membelinya,
    Contoh: asuransi, jasa praperencanaan pemakaman.
  2. Industrial goods, yaitu barang-barang yang dibeli oleh individu atau
    organisasi untuk keperluan bisnis atau diproses lebih lanjut. Industrial
    goods dibagi lagi menjadi:
    a. Material and parts, yaitu barang-barang yang menjadi bahan
    utama dan masukan seluruhnya dalam produk ini. Material and
    parts terdiri dari raw material, manufactured material and
    parts.
    b. Capital items, yaitu barang tahan lama yang melengkapi dan
    mengembangkan proses pembuatan produk jadi.
    c. Supplies and business services, yaitu barang dan jasa tidak tahan
    lama yang melengkapi pembuatan produk jadi