Jenis-jenis Loyalitas Pelanggan


Dari penjelasan di atas mengenai loyalitas pelanggan, banyak perilaku yang
dilakukan oleh konsumen yang loyal akan produk tersebuuut. Menurut Fandy
Tjiptono dan Gregorius Chandra (2016:199), ada empat jenis loyalitas konsumen
yaitu:

  1. Tanpa Loyalitas (no loyalty)
    Untuk berbagai alasan, beberapa konsumen yang tidak mengembangkan
    loyalitas terhadap produk atau jasa. Artinya, konsumen tidak akan
    pernah menjadi konsumen yang loyal. Secara umum perusahaan harus
    menghindari suatu kelompok yang masuk kategori tanpa loyalitas untuk
    dijadikan target pasar karena mereka tidak akan pernah menjadi
    konsumen yang loyal.
  2. Loyalitas yang Lemah (inertia loyalty)
    Keterkaitan yang lemah digabung dengan pembelian ulang tinggi akan
    menghasilkan loyalitas yang lemah. Konsumen yang memiliki sikap ini
    biasanya membeli berdasarkan kebiasaan. Dasar yang digunakan untuk
    pembelian produk biasanya karena sudah terbiasa atau karena selalu
    menggunakan produk tersebut. Kesetiaan semacam ini biasanya banyak
    terjadi pada produk yang sering dipakai, tetapi tidak menutup
    kemungkinan konsumen yang memiliki loyalitas yang lemah berbah
    dengan cara mendekatkan diri kepada konsumen tersebut melalui
    produk yang lebih dibandingkan pesaing, misalnya dengan
    meningkatkan kualitas produk tersebut dan dengan penambahan fasilitas
    lainnya.
  3. Loyalitas Tersembunyi (latent loyalty)
    Tingkat preferensi yang relatif tinggi yang digabung dengan tingkat
    pembelian berulang yang rendah menunjukan loyalitas yang
    tersembunyi. Pengaruh situasi dan sikap yang menentukan pembelian
    ulang. Perusahaan dapat mengatasi loyalitas tersembunyi ini dengan
    cara memahami faktor situasi yang berkontribusi pada loyalitas
    tersembunyi itu.
  4. Loyalitas Premium (premium loyalty)
    Loyalitas premium merupakan jenis loyalitas yang terjadi bilamana
    suatu tingkat ketertarikan yang tinggi berjalan selaras dengan aktifitas
    pembelian kembali. Loyalitas seperti inilah sangat diharapkan oleh
    perusahaan. Pada tingkat preferensi yang tinggi, maka konsumen akan
    bangga menemukan dan menggunakan produk tersebut dan dengan
    senang hati membagi pengetahuan dari pengalaman mereka kepada
    teman, keluarga, atau konsumen lainnya.